Menu

Mode Gelap
Qodari Sebut Golkar Partai Brutus? AMPI Sumut : 100 Persen Error! Polgan Medan MoU Kolaborasi Bidang Tri Dharma Perguruan Tinggi Nekat Curi Handphone, Abdul Diringkus Polsek Medan Baru Pembelian BBM Jenis Pertalite Pakai Jerigen Di Duga Menjadi Ajang Pungli Di SPBU 14.211.212 Lapas Kelas 1 Medan Laksanakan Tes Urine Bagi WBP Yang Ikut Rehabilitasi

Berita Terkini · 9 Jun 2023 17:31 WIB · waktu baca : ·

Ini Kota Medan Bukan Kota Pocong!! Usut Tuntas Misteri Lampu Pocong


 Ini Kota Medan Bukan Kota Pocong!! Usut Tuntas Misteri Lampu Pocong Perbesar

Foto (istimewa) : Pimpinan KAAMU, Alinafiah Marbun.

Medan, NET24JAM – Lampu pocong merupakan proyek penerangan jalan oleh Pemerintah Kota (Pemko) Medan Provinsi Sumatera Utara. 

Diberi nama pocong oleh warga Kota Medan, lantaran sekilas bentuknya menyerupai kepala pocong. Proyek ini diterapkan di beberapa Jalan di Kota Medan yakni Jalan Gatot Subroto, Jalan Sudirman, Jalan T Imam Bonjol, Jalan Putri Hijau, Jalan Brigjen Katamso, Jalan Juanda, dan Jalan Suprapto.

Proses pengerjaan proyek lampu pocong gagal itu, ditangani oleh Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Medan tahun 2022. Saat itu, Kepala Dinasnya adalah Syarifuddin Irsan Dongoran.

Untuk anggaran lampu pocong itu, menggunakan APBD Kota Medan, disebut-sebut senilai Rp25,7 Miliar. 

Penonaktifan, Syarifuddin Irsan Dongoran dari jabatannya, agar fokus dalam pemeriksaan dilakukan Tim Ad-Hoc melibatkan beberapa unsur.

“Dinonaktifkan, terkait lampu pocong,” ucap Wali Kota Medan, Muhammad Bobby Afif Nasution kepada wartawan, Jumat (12/52023) lalu.

Wali Kota Medan saat itu mengatakan bahwa tim Ad-Hoc bentukan Pemerintah Kota (Pemko) Medan, tengah mendalami keseluruhan terkait proyek gagal lampu pocong tersebut. Termasuk meminta keterangan terhadap Syarifuddin Irsan Dongoran.

Kemudian Wali Kota Medan, Bobby Nasution, mencopot Direktur Utama Perusahaan Umum Daerah, Pembangunan Kota Medan, Gerald Partogi Siahaan.

Pencopotan dilakukan atas rekomendasi Kepala Direktorat Pemko Medan, yang menilai seluruh jajaran direksi dan hasilnya kinerja gerald dinilai sangat buruk.

Pemecatan Gerald Partogi Siahaan terkait proyek pengadaan lampu jalan di Kota Medan yang lebih dikenal dengan lampu pocong dinilai tak sesuai yang dijanjikan.

Akhirnya, Pemko Medan menghentikan proyek lampu pocong. Kontraktor dinilai gagal karena melanggar beberapa aturan. Salah satunya spesifikasi, jarak antar lampu yang tak sesuai kontrak. Lalu, Pemko Medan dikabarkan meminta uang Rp21 miliar dari total Rp25,7 Miliar yang telah disetorkan agar dikembalikan kepada Pemko Medan.

Baca Juga:  Polres Tanjung Balai Gelar Vaksinasi Serentak Indonesia

Mengenai hal ini, tak jarang warga Kota Medan menganggap proyek ini juga tidak memiliki manfaat yang cukup besar bagi masyarakat. Hal itu dikarenakan dari banyaknya lampu pocong yang berdiri  hanya beberapa lampu yang hidup. Sedangkan beberapa lampu penerangan jalan di Kota Medan terlihat padam. 

“Untuk apa lampu pocong di buat di dekat lampu jalan yang sudah ada? Lebih baik lampu penerangan jalan di beberapa Jalan Kota Medan yang sudah padam dinyalakan kembali,” pendapat Adi warga Kecamatan Medan Helvetia ketika memaparkan kepada net24jam.id, Jumat (9/6/2023). 

“Ini Kota Medan bukan Kota Pocong. Janganlah hanya beberapa jalan yang terang benderang sedangkan lampu penerangan jalan padam dan gelap gulita di beberapa Jalan lainnya di Kota Medan,” ketusnya. 

Menanggapi hal itu, salah seorang tokoh pendukung kebijakan Wali Kota Medan yang juga pimpinan KAAMU (Kami Aliansi Anak Medan Utara), Alinafiah Marbun kepada net24jam.id menyampaikan pendapat dan pandangannya terhadap proyek lampu pocong. 

Ali menerangkan bahwa KAAMU yang dulu berperan aktif dalam pemenangan Bobby Nasution menjadi Wali Kota Medan, hingga saat ini masih tetap mendukung program Bobby Nasution untuk pembangunan Kota Medan.

Dia mengaku prihatin terhadap permasalahan proyek lampu pocong yang dinilai sudah menjelekkan nama Kota Medan dan mencoreng nama baik Wali Kota Medan. 

Baca Juga:  Pemkab Labuhanbatu Optimalisasi Pemanfaatan PLTS dan PATS

“Kami dukung Wali Kota Medan untuk menyelesaikan proses dan membuka tabir misteri proyek lampu pocong itu. Apalagi waktu itu pak Bobby Nasution sudah menyatakan melalui media bahwasanya proyek lampu pocong ini proyek gagal, dan mengatakan supaya kontraktor yang mengerjakan itu untuk segera mengembalikan uang Rp21 Miliar, dan itu sudah diketahui publik. Karena uang itu uang rakyat,” kata Alinafiah Marbun, Kamis (8/6/2023). 

“Tapi Wali Kota Medan belum menyampaikan ke publik sejauh mana pengembalian uang Rp21 Miliar tersebut,” ujarnya kembali.

Menurutnya, saat ini publik ingin tahu, siapa sebenarnya oknum kontraktor yang mengerjakan proyek tersebut? Ali berpendapat, hal itu penting agar tidak adanya persepsi ataupun tafsiran publik seakan-akan oknum kontraktor tersebut adalah orang-orang ataupun keluarganya Bobby Nasution.

“Sampaikan hal itu ditengah-tengah publik bahwasanya inilah oknum kontraktor yang mengerjakan proyek tersebut,” sebutnya.

Dikatakannya, sebagai salah satu warga Kota Medan dari Medan bagian utara tentunya sangat riskan disebut-sebut bukan dari Medan tapi dari kota pocong. 

“Kita sangat riskan ketika kita keluar orang bertanya darimana dari kota pocong ya? Jadi kami berharap agar permasalahan ini tuntas dan nama Kota Medan bisa bersih kembali,” kata Ali. 

Ali berpendapat, walaupun pemegang anggaran itu Wali Kota Medan, akan tetapi yang menjalankan adalah bawahan dari Wali Kota Medan. 

“Proses tender, proses bagaimana pengeluaran uang hingga Rp21 Miliar, hal ini harus diproses secara hukum. Kenapa uang bisa keluar Rp21 Miliar? Hal ini harus diproses secara hukum supaya nama Wali Kota Medan tidak tercoreng,” ungkapnya.

Baca Juga:  "Nuzul Qur'an Dirayakan dengan Pembagian Bantuan di Labuhanbatu: Plt Bupati Ajak Perdalam Makna Al-Qur'an"

Menurut Ali, spek proyek lampu pocong tentunya sudah dikaji cukup bagus. Namun oknum kontraktor itu dinilai tidak menjalankan sesuai spek yang sudah ditentukan. 

“Nah, Wali Kota Medan diminta mampu membuka tabir proyek lampu pocong itu ke publik. Siapa oknum kontraktor itu? dan proses secara hukum karena oknum itu sudah mencoreng nama baik Kota Medan. Dan semua yang terlibat didalamnya tidak hanya sekedar mengembalikan uang saja, tapi harus diproses secara hukum,” ketusnya.

Ketika ditanyakan pendapat terkait manfaat lampu pocong bagi warga Kota Medan, Ali mengatakan hal inilah sekarang yang diinginkan agar Wali Kota Medan membuka secara lebar di tengah-tengah masyarakat misteri proyek lampu pocong. 

“Kita ingin Wali Kota Medan membuka secara lebar di tengah-tengah masyarakat, bagaimana perencanaannya waktu itu? siapa yang mengajukan tentang lampu pocong ini? Sehingga proyek lampu pocong ini berjalan dan uang sudah keluar Rp21 Miliar. Bagaimana sistem pembayarannya?” ucapnya.  

“Manfaatnya apa? Sebelum kita membuat suatu proyek, itu ada kajiannya. Mana kajian-kajian tentang proyek lampu pocong ini?,” ungkapnya lagi.

Saat disinggung terkait kinerja Wali Kota Medan, Ali mengaku cukup merespon Bobby Nasution dalam membangun Kota Medan. Akan tetapi, menurutnya Wali Kota Medan harus mengawasi langsung pembangunan Kota Medan.

“Jangan sampai Walikota punya program baik, tapi aparatur dibawahnya tidak baik dan ini harus ada sanksi, bukan hanya dipindahkan ataupun dicopot saja, seharusnya diproses secara hukum sehingga nama baik Wali Kota Medan tidak tercoreng,” pungkasnya. 

(Ridwan)

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Qodari Sebut Golkar Partai Brutus? AMPI Sumut : 100 Persen Error!

22 Mei 2024 - 14:38 WIB

Polgan Medan MoU Kolaborasi Bidang Tri Dharma Perguruan Tinggi

22 Mei 2024 - 00:25 WIB

Nekat Curi Handphone, Abdul Diringkus Polsek Medan Baru

21 Mei 2024 - 23:09 WIB

Pembelian BBM Jenis Pertalite Pakai Jerigen Di Duga Menjadi Ajang Pungli Di SPBU 14.211.212

21 Mei 2024 - 10:19 WIB

Lapas Kelas 1 Medan Laksanakan Tes Urine Bagi WBP Yang Ikut Rehabilitasi

21 Mei 2024 - 10:10 WIB

Respon Cepat Polisi Tangkap Pelaku Begal di Desa Manunggal

21 Mei 2024 - 01:25 WIB

Trending di Berita Terkini