Menu

Mode Gelap
Didampingi Kakan Kemenag Plt Bupati Lepas 318 Jemaah Haji Labuhanbatu Bayi Laki Laki Ditemukan Warga Tergeletak di Pinggir Jalan Polres Taput Lidik Orang Tua Anak Duarrr! Diduga Gudang Oplosan Elpiji Meledak 13 Orang Jadi Korban Kebakaran Kapolres Pelabuhan Belawan Pimpin Sertijab Kasat Narkoba Dan Kasat Lantas Plt. Bupati Hadiri Pelantikan Panwaslu Kecamatan se-Kabupaten Labuhanbatu

Berita Terkini · 15 Jun 2022 07:56 WIB · waktu baca : ·

Indonesia Resmi Miliki Regulasi Untuk Lindungi Infrastruktur Informasi Vital


 Indonesia Resmi Miliki Regulasi Untuk Lindungi Infrastruktur Informasi Vital Perbesar

Jakarta, NET24JAM – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menetapkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 82 Tahun 2022 tentang Pelindungan Infrastruktur Informasi Vital pada tanggal 24 Mei 2022 lalu.

Pengaturan penyelenggaraan pelindungan infrastruktur informasi vital (IIV) ini merupakan pelaksanaan salah satu peran pemerintah untuk melindungi kepentingan umum dari segala jenis gangguan sebagai akibat penyalahgunaan informasi elektronik dan transaksi elektronik yang mengganggu ketertiban umum.

“Gangguan terhadap infrastruktur informasi vital dapat menimbulkan kerugian dan dampak yang serius terhadap kepentingan umum, pelayanan publik, pertahanan dan keamanan, serta perekonomian nasional,” ditegaskan dalam Perpres yang dapat diakses pada laman JDIH Sekretariat Kabinet ini.

Pengaturan pelindungan IIV bertujuan untuk melindungi keberlangsungan penyelenggaraan IIV secara aman, andal, dan terpercaya; mencegah terjadinya gangguan, kerusakan, dan/atau kehancuran pada IIV akibat serangan siber, dan/atau ancaman/kerentanan lainnya; serta meningkatkan kesiapan dalam menghadapi insiden siber dan mempercepat pemulihan dari dampak insiden siber.

Baca Juga:  Tampil semangat menuju predikat WBK, Imigrasi Sibolga Ikuti Desk Evaluasi TPN

“Ruang lingkup pelindungan IIV meliputi identifikasi sektor IIV dan IIV, penyelenggaraan pelindungan IIV, pembinaan dan pengawasan penyelenggaraan pelindungan IIV, dan koordinasi penyelenggaraan pelindungan IIV,” bunyi Pasal 3.

Adapun sektor-sektor strategis sebagai IIV dan kementerian/lembaga (K/L) yang bertanggung jawab atas sektor tersebut yaitu : 

  1. Sektor administrasi pemerintahan oleh Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).
  2. Sektor energi dan sumber daya mineral (ESDM) oleh Kementerian ESDM.
  3. Sektor keuangan oleh otoritas pengatur dan pengawas sektor keuangan.
  4. Sektor keuangan oleh otoritas pengatur dan pengawas sektor keuangan.
  5. Sektor kesehatan oleh Kementerian Kesehatan.
  6. Sektor teknologi informasi dan komunikasi oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika.
  7. Sektor pangan oleh Kementerian Pertanian.
  8. Sektor pertahanan oleh Kementerian Pertahanan.
Baca Juga:  Pemko Tebing Tinggi Cegah Stunting Melalui Program BAAS

Dalam Perpres dinyatakan, apabila dalam perkembangannya terdapat sektor lain yang strategis, Presiden dapat menetapkannya sebagai IIV sekaligus K/L yang bertanggung jawab atas sektor tersebut.

“Sektor lain yang ditetapkan oleh Presiden sebagaimana dimaksud merupakan sektor strategis yang jika terjadi gangguan, kerusakan, dan/atau kehancuran pada IIV dalam sektor dimaksud berdampak serius terhadap kepentingan umum, pelayanan publik, pertahanan dan keamanan, atau perekonomian nasional,” ditegaskan pada Pasal 4 ayat 2.

Dalam Perpres juga dituangkan ketentuan pengelolaan insiden siber yang penanganannya dilaksanakan oleh Tim Tanggap Insiden Siber.

“Tim Tanggap Insiden Siber sebagaimana dimaksud terdiri atas Tim Tanggap Insiden Siber nasional, Tim Tanggap Insiden Siber sektoral, dan Tim Tanggap Insiden Siber organisasi,” bunyi Pasal 11.

Baca Juga:  Lurah Bakaran Batu Terima Penghargaan di HUT Pemkab Labuhanbatu

Adapun Tim Tanggap Insiden Siber Nasional dibentuk oleh BSSN, Tim Tanggap Insiden Siber sektoral oleh K/L yang bertanggung jawab atas sektor IIV, dan Tim Tanggap Insiden Siber organisasi oleh penyelenggara IIV. Perpres 82/2022 ini mengamanatkan BSSN sebagai koordinator penyelenggaraan pelindungan IIV.

“Kepala Badan menyampaikan laporan hasil pelaksanaan tugas sebagai koordinator penyelenggaraan pelindungan IIV kepada Presiden satu kali dalam satu tahun atau sewaktu-waktu jika diperlukan,” ditegaskan dalam beleid yang berlaku sejak diundangkan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Yasonna Laoly pada tanggal 24 Mei 2022 ini. 

(Kedeputian Polhukam Setkab/UN)

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Bawaslu Medan Diduga Tetapkan Anggota Parpol Jadi Panwascam

26 Mei 2024 - 15:05 WIB

Bawaslu Kota Medan Lantik 63 Anggota Panwascam se- Kota Medan

26 Mei 2024 - 14:50 WIB

Gunakan KAI Plt Bupati Dampingi Calon Jama’ah Haji Menuju Embarkasi

26 Mei 2024 - 08:01 WIB

Didampingi Kakan Kemenag Plt Bupati Lepas 318 Jemaah Haji Labuhanbatu

26 Mei 2024 - 07:52 WIB

Bayi Laki Laki Ditemukan Warga Tergeletak di Pinggir Jalan Polres Taput Lidik Orang Tua Anak

25 Mei 2024 - 19:08 WIB

Duarrr! Diduga Gudang Oplosan Elpiji Meledak 13 Orang Jadi Korban Kebakaran

25 Mei 2024 - 19:00 WIB

Trending di News