Menu

Mode Gelap
Terungkap 7 TKP Dalam Rekontruksi Pembunuhan Yang Digelar Polres Tanjungbalai Hindari Mecat dan Pelanggaran, Satlantas Polres Tanjung Balai Laksanakan KRYD Ciptakan Sitkamtibmas Yang Kondusif Kapolres Dairi Lounching Program Lapor Pak Kapolres Maraknya Galian C Ilegal Kredibilitas SDM PTPN IV Unit Kebun Balimbingan Di Pertanyakan Tangkap Pelaku Ekspor Minyak Goreng? BEM PTNU Apresiasi Langkah Polri

Tak Berkategori · 19 Jun 2021 15:42 WIB ·

Gratis Pembuatan Kartu Tanda Pencari Kerja, Menaker : Ada Pungutan Segera Laporkan


 Gratis Pembuatan Kartu Tanda Pencari Kerja, Menaker : Ada Pungutan Segera Laporkan Perbesar


Jakarta, NET24JAM.ID – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memastikan tidak ada pungutan biaya alias gratis dalam pengurusan dan pencetakan kartu tanda bukti pendaftaran Pencari Kerja (AK/I) atau biasa disebut dengan kartu kuning.

Untuk mendaftarkan diri sebagai pencari kerja, masyarakat dapat datang langsung ke Dinas Kabupaten/Kota, atau secara online melalui kemnaker.go.id pada layanan karirhub. Apabila kartu AK/I akan dicetak, maka pencari kerja harus datang ke Dinas Kabupaten/Kota terdekat.

“Apabila ada petugas yang meminta pungutan, laporkan saja ke pihak ke berwajib dan petugas yang meminta pungutan akan dikenakan sanksi tegas,” ujar Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah di Jakarta, Sabtu (19/6/2021).

Permintaan pembuatan kartu kuning belakangan ini dilaporkan meningkat di berbagai daerah. Hal ini dipengaruhi adanya persiapan pendaftaran CPNS, adanya lulusan pendidikan yang mencari kerja, serta para pekerja yang terdampak  pandemi COVID-19.

Menaker pun mengimbau masyarakat yang sedang mencari kerja untuk mendaftarkan diri ke Dinas yang bertanggung jawab di bidang ketenagakerjaan di tingkat Kabupaten/Kota. 

Pelayanan pendaftaran pencari kerja tersebut diatur oleh Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 39 Tahun 2016 tentang Penempatan Tenaga Kerja.

Hal ini juga sesuai kebijakan otonomi daerah, di mana pencari kerja yang akan bekerja di dalam atau di luar negeri harus terdaftar di Dinas Kabupaten/Kota sesuai domisili. 

Namun, bagi pencari kerja yang berada di luar Kabupaten/Kota domisilinya tetap dapat mendaftarkan diri ke Dinas ketenagakerjaan setempat, karena pelayanan pencari kerja bersifat nasional.

“Kami meminta para kepala dinas untuk memberikan pelayanan yang baik, maksimal, memudahkan para pemohon yang mengajukan diri untuk pengurusan kartu AK/I. Jangan dipersulit,” ujar Menaker.

Ida mengungkapkan, di beberapa daerah terindikasi masih ditemukan atau terjadi praktek pungutan biaya pembuatan kartu kuning. 

“Modusnya mulai dari biaya administrasi, hingga biaya sukarela. Padahal semestinya hal tersebut dilarang dan dapat dikategorikan sebagai pungutan liar,” ujarnya.

Menaker menambahkan, bagi pencari kerja yang telah mendapatkan pekerjaan, wajib melaporkan telah diterima bekerja kepada instansi yang bertanggung jawab di bidang ketenagakerjaan Kabupaten/Kota.

Data-data pencari kerja yang diperoleh dari pembuatan kartu kuning itu, lanjut Ida, dapat dimanfaatkan oleh masing-masing dinas tenaga kerja. 

“Salah satunya untuk membuat perencanaan tenaga kerja, sehingga ketersediaan lowongan pekerjaan di daerahnya dapat segera diisi oleh pencari kerja,”  katanya.

Kartu kuning pencari kerja berbentuk persegi panjang yang dibagi menjadi dua halaman. Di halaman pertama, berisi nomor pencari kerja, nomor identitas diri/KTP, foto dan tanda tangan pencari kerja, serta kolom kewajiban pencari kerja melapor empat kali dalam dua tahun.

Sementara di halaman kedua tercantum informasi mengenai data diri pencari kerja, seperti nama, tempat tanggal lahir, jenis kelamin, status, agama, alamat, daftar pendidikan formal maupun non-formal, serta disahkan dengan tanda tangan pengantar kerja, dalam hal ini pihak Disnaker Kabupaten/Kota.

Untuk memperoleh AK/I, pencari kerja mengajukan secara manual dengan melampirkan fotokopi KTP yang masih berlaku; pas foto terbaru berwarna ukuran 3 x 4 sentimeter sebanyak dua lembar; fotokopi ijazah pendidikan terakhir; fotokopi sertifikat Kompetensi Kerja bagi yang memiliki; dan/atau fotokopi surat keterangan pengalaman kerja bagi yang memiliki.

Pembuatan Kartu Kuning juga bisa dilakukan secara online melalui Karirhub dapat diakses melalui website http://karirhub.kemnaker.go.id atau dengan mengunduh aplikasi SISNAKER di Google Playstore https://play.google.com/store/apps/details?id=id.go.kemnaker.

Adapun, cara mendaftarkan diri melalui karirhub adalah sebagai berikut :

  1. Masukan Nomor KTP/Nomor HP/email beserta password akun yang sudah terdaftar pada layanan SISNAKER, kemudian klik “Masuk Sekarang”.

  1. Selanjutnya pilih “Daftar Sebagai Pencari Kerja”.

  1. Setelah itu pencari kerja akan diarahkan kepada halaman beranda layanan karirhub. Pencari kerja dapat melihat berbagai lamaran yang tersedia dan melamar pada lowongan yang diminati.

Jika akan mencetak kartu AK/I pencari kerja datang langsung ke Dinas Kabupaten/Kota.

Untuk mengetahui informasi selanjutnya silahkan kunjungi laman resmi Kemnaker melalui tautan ini ; https://kemnaker.go.id/ 

(UN)

Sumber : 

  • Humas Kemnaker

  • Humas Sekretariat Kabinet

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Demi Kenyamanan Warga Polres Tanjung Balai Tugaskan Personil Jaga Lokasi Rekreasi

9 Mei 2022 - 00:58 WIB

Antisipasi Guantibmas, Polres Dairi Gelar Apel Kesiapan Pengamanan Malam Takbir.

1 Mei 2022 - 14:29 WIB

Jaga Situasi Aman Dan Kondusif, Sat Polairud Polres Tanjung Balai Gelar Patroli

25 April 2022 - 14:40 WIB

Pengurus Sub Rayon AMPI Kelurahan Karang Berombak Giat Bagi TakjilJelang Waktu Berbuka Puasa

25 April 2022 - 08:35 WIB

Proyek MCK TA Tahun 2021 Mangkrak, Kabid Perkim Janji Akan Tinjau Lokasi Proyek

19 Januari 2022 - 08:04 WIB

Unit Reskrim Polsekta Belawan Doorr Dua Residivis Rampok Yang Resahkan Warga

14 Januari 2022 - 04:19 WIB

Trending di Tak Berkategori