Menu

Mode Gelap
Pria di Sergai Nekat Bakar Rumah Mertua Setelah Ditolak Rujuk Sempat Viral, Polisi Tangkap Ayah Biadab Pelaku Bekap Bayi di Medan Danyon Arhanud 1 Marinir Pimpin Apel Siaga PAM Idul Fitri 1445 H Ratusan Kios di Pasar Tradisional Tarutung Ludes Terbakar Polisi Olah TKP Pasca Kebakaran Pasar Tradisional Tarutung

Berita Daerah · 29 Sep 2023 01:17 WIB · waktu baca : ·

Gapoktan Sumut : Refleksikan Kembali Lahirnya UUPA Tahun 1960


 Gapoktan Sumut : Refleksikan Kembali Lahirnya UUPA Tahun 1960 Perbesar

NET24JAM.ID II Deli Serdang – Dalam rangka memperingati Hari Tani Nasional, Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) bersama masyarakat adat menyelenggarakan konferensi pers. 

Dalam konferensi persnya, Gapoktan Sumatera Utara (Sumut) mengingatkan kepada penyelenggara negara bahwa untuk dapat merefleksikan kembali lahirnya Undang Undang Pokok Agraria (UUPA) tahun 1960 sebagai landasan mewujudkan pengaturan tentang bumi dan kekayaan alam merujuk Pasal 33 ayat (3) UUD 1945.

“Puluhan tahun penindasan yang dilakukan negara terhadap masyarakat dan para petani melalui PTP IX yang sekarang menjadi PTPN 2 masih terus terjadi dan cukup menyengsarakan masyarakat serta para petani,” ujar Ketua Gapoktan Sumut, Muhammad Dahrul Yusup saat kegiatan konferensi pers di Jalan Damar Wulan Kongsi 6 Sampali Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang Sumatera Utara, Kamis (28/9/2023). 

Baca Juga:  Gegara Ini, Oknum Guru SMAN 3 Tarutung Dilaporkan ke Polisi

Hal senada juga disampaikan oleh Harun Nuh selaku tokoh masyarakat. Dia mengatakan bahwa masyarakat dan Gapoktan Sumut akan melakukan perlawanan kepada oligarki yang mencoba merampas lahan masyarakat.

Baca Juga:  Ketua Kadin Batu Bara Berupaya Keras Pulangkan 6 Nelayan Yang Ditahan Pihak Thailand

“Kami siap melawan dan akan terus memperjuangkan hak kami hingga tetesan darah terakhir,” ucapnya.

Dikesempatan ini, masyarakat dan Gapoktan Sumut juga meminta kepada KPK agar dapat memeriksa para petinggi di PTPN 2 yang diduga banyak menyelewengkan uang negara.

“Dimana saya melihat ada sekelompok orang yang memang menikmati dari hasil penggusuran yang tadinya lahan-lahan ini kiranya milik masyarakat tetapi mereka jual ke pihak pengembang,” ungkap Ketua Gapoktan Sumut menerangkan kembali dalam konferensi pers tersebut. 

Baca Juga:  Tak Perduli SPBU Kayu Putih Jual BBM Subsidi Pakai Jerigen

Akan tetapi, masih kata Dahrul, begitu pengembang masuk, langsung di sulap menjadi perumahan.

“Jadi saya pikir PTPN 2 ini harus diperiksa oleh KPK karena kita sinyalir ini lahan korupsi dan pembangunan yang banyak di Sumut ini adalah pembangunan berbuah sengketa,” sebutnya.

“Gapoktan Sumut juga minta kepada Bapak Presiden H. Ir. Joko Widodo untuk dapat menengahi dan membela rakyatnya yang saat ini tertindas,” pungkasnya. 

(Wawan)

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pria di Sergai Nekat Bakar Rumah Mertua Setelah Ditolak Rujuk

11 April 2024 - 16:05 WIB

Plt. Bupati Labuhanbatu Meriahkan Open House di Hari Pertama Idul Fitri

11 April 2024 - 13:21 WIB

Plt. Bupati Labuhanbatu Ellya Rosa Siregar Sholat Ied Bersama Warga di Masjid Raya Al Ikhlas.

11 April 2024 - 10:17 WIB

PLT Bupati Hj Ellya Rosa Siregar Memeriahkan Malam Takbiran di Labuhanbatu Menyambut Idul Fitri.

10 April 2024 - 00:02 WIB

Polres Sergai Gelar Apel Pengamanan Malam Takbiran

9 April 2024 - 19:58 WIB

Sempat Viral, Polisi Tangkap Ayah Biadab Pelaku Bekap Bayi di Medan

9 April 2024 - 18:49 WIB

Trending di Berita Terkini