Menu

Mode Gelap
Saat Memasak Teh Disawah Pria Ini Tewas Tertimpa Longsor Polres Labuhanbatu Tangkap Pencuri Pupuk Dari Gudang PT. Smart Tim Gabungan SFQR Lanal Balikpapan Gagalkan Penyelundupan Kosmetik Ilegal Polisi Bekuk Pengedar Narkoba di Desa Helvetia, Sita 5 Paket Sabu Mabes Polri Dan Poldasu Temukan RumahTempat Pembuat Ekstasi

Berita Terkini · 25 Nov 2022 22:16 WIB · waktu baca : ·

Eskalasi Kian Hangat : Kabareskrim Angkat Bicara, Kapolri?


 Eskalasi Kian Hangat : Kabareskrim Angkat Bicara, Kapolri? Perbesar

Foto : Ketua Umum DPN Formapera, Teuku Yudistira. 

Jakarta, NET24JAM – Kabareskrim Komjen Agus Andrianto yang akhirnya buka suara, membuat eskalasi di tubuh Polri semakin hangat. Apalagi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo terkesan jadi penonton saat pejabat utamanya diserang oleh dua mantan jenderal yang telah dipecat. 

Menyikapi hal itu, Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Forum Masyarakat Pemantau Negara (DPN Formapera) Teuku Yudhistira mengatakan, kasus ini cukup menarik sekaligus sangat memalukan bagi institusi Polri. 

Betapa tidak, Polri yang seharusnya sibuk menjadi pelayan dan pengayom masyarakat, kini malah dalam kondisi babak belur akibat konflik di dalam institusi. 

“Polri itu kan alat Negara, tupoksinya melayani dan mengayomi masyarakat, tapi sekarang sibuk mengurusi diri sendiri dan tak peduli lagi dengan tugas pokoknya akibat banyaknya konflik yang terjadi,” ujar Teuku Yudhistira dalam pernyataan tertulisnya, Jumat (25/11/2022). 

Anehnya, lanjut pria yang akrab disapa Yudis ini, Kapolri cenderung membiarkan konflik ini, sehingga semakin liar hingga membuat rakyat bingung dengan situasi di tubuh Polri. 

Baca Juga:  Nekat Jualan Sabu, Warga Bilah Hilir Keburu Ditangkap Polisi

“Beberapa hari lalu kita melihat Kapolri memerintahkan jajarannya untuk menangkap Ismail Bolong yang telah membuat Polri semakin kisruh akibat testimoni fitnahnya meski belakang apa yang dikatakannya itu diklarifikasinya sendiri. Tapi nyatanya permintaan Kapolri itu belum terealisasi,” ucapnya. 

Setelah itu, situasi semakin memanas ketika LHP Divisi Propam atas kasus tambang di Kalimantan Timur bisa beredar luas, dan ucapan 2 bekas Jenderal yang dipecat, Ferdy Sambo dan Hendra Kurniawan yang sama-sama pernah menduduki jabatan bergengsi di bagian pengawasan internal Polri itu. 

“Mungkin bukan hanya dari kacamata Formapera, seluruh rakyat akan setuju bahwa pernyataan Sambo dan Hendra yang menuding Kabareskrim Komjen Agus Andrianto, hanya bentuk fitnah dua orang bekas perwira tinggi Polri yang frustasi,” tegasnya. 

Logikanya, lanjut Yudis, jika memang keduanya niat menegakkan kebenaran, kenapa tidak mereka ungkap saat keduanya masih berada di bawah payung Polri. 

“Apalagi untuk mengungkap kejahatan personel Polri memang wewenang Sambo dan Hendra kala itu. Pertanyaannya, pertama, kenapa saat mereka menjabat di Propam hal itu tidak mereka ungkap. Ada apa?,” sebutnya. 

Baca Juga:  Padal Pawas Polres Toba Gelar Apel Kesiapan Ops Ketupat Toba 2023

Pria asal Medan yang kini berstatus mahasiswa pasca sarjana itu kembali mengatakan, bahwa pernyataan Kabareskrim Komjen Agus Andrianto yang banyak beredar di media pada hari ini, merupakan jawaban cerdas, sangat sederhana tapi sangat logika. 

“Kedua, coba saja kita berkaca dari kasus pembunuhan Brigadir Yoshua. Peristiwa itu terjadi tanggal 8 Juli 2022. Tapi kasusnya baru mencuat 11 Juli. Baru 3 hari kemudian. Ini kan memang ditutupi lewat skenario terencana. Lalu diperkuat lagi dengan banyaknya anggota Polri di kubu Sambo yang terlibat dalam kasus mufakat jahat, terjerat kasus Obstruction of Justice dalam pembunuhan Yoshua,” beber Yudis. 

Dengan demikian, kata Yudis, dengan 2 hal tersebut, cukup membuktikan bahwa siapa yang berbohong dalam permasalahan ini. 

“Tentu sangat wajar apa yang dilakukan Sambo dan Hendra menuduh atau memfitnah institusinya sendiri, khususnya pejabat yang berada diluar lingkarannya seperti Komjen Agus. Padahal rekomendasi pemecatan yang ditandatangani Presiden kan rekomendasi Kapolri, tapi kenapa Jenderal Listyo Sigit sebagai pimpinan mereka kala itu, bisa bersih dari serangan dan fitnah mereka?,” tukasnya. 

Baca Juga:  Eks Dirreskrimsus Kombes Rony Samtama Jabat Wakapolda Sumut

Untuk itu, Ketua Umum DPN Formapera mendesak Presiden Joko Widodo bisa bersikap dan mengambil langkah strategis agar kedepan Polri bisa lebih baik tanpa intrik.

Sebelumnya, buntut nyanyian Ismail Bolong soal upeti bisnis tambang ilegal di Kalimantan Timur (Kaltim) makin panas. Saking panasnya, Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto langsung beraksi karena menyeret namanya.

Agus menyerang balik. Dia menduga Ferdy Sambo dan Hendra Kurniawan yang justru menerima uang setoran tersebut saat masih menjadi pejabat di Propam Polri.

Agus membantah telah menerima soal uang setoran dari tambang ilegal yang sempat diungkapkan Ismail Bolong. 

Sebab, menurutnya, Ismail Bolong langsung membuat klarifikasi dan mengaku mendapat intervensi oleh eks Karo Paminal Divisi Propam Polri Hendra Kurniawan, eks anak buah Ferdy Sambo.

Agus justru menduga Hendra dan eks Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo yang telah menerima setoran karena tidak langsung menindak Ismail Bolong.

(Rasyid)

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Saat Memasak Teh Disawah Pria Ini Tewas Tertimpa Longsor

15 Juni 2024 - 16:30 WIB

Polres Labuhanbatu Tangkap Pencuri Pupuk Dari Gudang PT. Smart

15 Juni 2024 - 16:19 WIB

Polsek Perbaungan Tangkap Pencuri Kios Pupuk di Sergai

14 Juni 2024 - 20:59 WIB

Polres Sergai Tangkap Pelaku Penggelapan Sepeda Motor di Teluk Mengkudu

14 Juni 2024 - 17:37 WIB

Tim Gabungan SFQR Lanal Balikpapan Gagalkan Penyelundupan Kosmetik Ilegal

14 Juni 2024 - 15:33 WIB

Polisi Bekuk Pengedar Narkoba di Desa Helvetia, Sita 5 Paket Sabu

14 Juni 2024 - 15:06 WIB

Trending di Berita Terkini