Menu

Mode Gelap
Plt Bupati Labuhanbatu Doa Di Rumah Duka Personel Kompi 3 Yon B Sat Brimob Polda Sumut Danyonmarhanlan X Jayapura Sambut Silaturahmi Korps Brimob Polda Papua Bentrok Oknum Brimob Vs Anggota TNI di Sorong Berakhir Damai Plt. Bupati Tinjau Persiapan TMMD ke-120 di Desa Selat Beting Diduga Hanyut di Sungai Bilah , Tim BPBD Labuhanbatu Melakukan Pencarian Selama 15 Jam dan Ditemukan Korban Telah Meninggal .

Berita Daerah · 21 Sep 2023 09:19 WIB · waktu baca : ·

Sidang Pencemaran Nama Baik Di PN Tebing Tinggi PH Nilai Polisi Dan Jaksa Keliru


 Sidang Pencemaran Nama Baik Di PN Tebing Tinggi PH Nilai Polisi Dan Jaksa Keliru Perbesar

NET24JAM.ID || Tebing Tinggi.- Pengadilan Negeri Kota Tebing Tinggi kembali menggelar lanjutan persidangan atas perkara pencemaran nama baik Hardi Mistani Alias Acek Minyak atas terdakwa Cipto Halim Alias Anto diKantor Pengadilan Negeri Tebing Tinggi Jalan Merdeka Kota Tebing Tinggi Sumatera Utara, Rabu (20/9/2023)

Sidang yang di Pimpin Majelis Hakim yang juga Ketua Pengadilan Negeri Kota Tebing Tinggi Cut Carnelia, SH. MM., di dampingi Hakim Delima Mariaigo Simanjuntak, SH., dan Hakim Zephania, SH. MM., kali ini beragendakan pembacaan tanggapan Jaksa Penuntut Umum (JPU) atas nota keberatan eksepsi yang di sampaikan Penasehat Hukum terdakwa Awaluddin, SH., bersama Davidson Rajaguguk, SH., dan Muhammad Danil, SH., yang di sampai kan pada persidangan sebelum nya

Jaksa Penuntut Umum dalam tanggapannya yang di bacakan Jaksa Dede Stephan Kaparang menolak eksepsi Penasehat Hukum terdakwa Cipto Halim yang selanjutnya oleh Majelis Hakim menyatakan persidangan di lanjutkan pada dua minggu kedepan untuk agenda berikutnya

Baca Juga:  Oknum Pensiunan PT. KAI Diduga Salah Satu Aktor Kekisruhan Penyelamatan Aset BUMN Di PTPN III Kebun Bangun

Atas penolakan eksepsi nya oleh Jaksa Penuntut Umum Dede Stephan Kaparang ini, Penasehat Hukum terdakwa Awaluddin usai persidangan mengungkapkan rasa kekecewaannya kepada awak media.

“kalau menurut kita apa yang di tanggapan Jaksa tadi saya kira cukup keliru karena yang disampai kan bahwa UU yang di sangkakan kepada terdakwa 317 KUHP itu jelas delik aduan,”sebut nya

“Artinya kalau delik aduan itu yang di tentukan dipasal 319 dan pasal 316, itulah korban yang merasa dirinya dirugikan dan dicemarkan nama baiknya dan beliaulah yang seharus nya membuat laporan dan pengaduan itu, bukan kepada orang lain yang diberikan kuasa, artinya soal pengacara ini tugasnya mendampingi tetapi bukan terhadap pemberi kuasa yang membuat laporan, karena kuasa hukum dan penasehat hukumnya bukanlah korban yang termaksud di dalam 317,”terang Awaluddin

Sebagai Penasehat Hukum terdakwa Cipto Halim, sebut Awaluddin pihaknya telah berupaya menyampaikan eksepsi sebenar nya, Rabu yang lalu di persidangan sebelum nya itukan eksepsi terhadap kita sudah menyampaikan eksepsi dan keberatan apa yang di dakwa Jaksa Penuntut Umum terhadap pasal 317 itu,”ungkap nya

Baca Juga:  Karutan Kelas 1 Medan Sambut Kunjungan Staf Khusus Bidang Komunikasi Dan Kementrian Hukum

Menurut Awaluddin jika merujuk kepada UU LPSK pasal 10 ayat 1 dan 2 jelas di nyatakan bahwa korban, saksi dan pelapor mendapat perlindungan sebab terdakwa adalah orang yang pertama kali merasa dirugikan akibat tidak di bayarkannya hasil penjualan ubi milik Cipto Halim oleh pihak Hardi Mistani Alias Acek Minyak dan itu dapat di bukti kan dengan adanya bon faktur yang masih di pegang terdakwa

Atas bon faktor yang belum terbayarkan itu terdakwa melaporkan nya ke Polda Sumut dan berdasarkan laporan itu justru mendudukkan Cipto Halim Alias Anto sebagai terdakwa pencemaran nama baik oleh Hardi Mistani Alias Acek Minyak

Terdakwa atau klien kami itu adalah sebenarnya terdahulu, karena dia yang pernah melaporkan Hardi Mistani Alias Acek Minyak terhadap ubi yang tidak terbayarkan

Baca Juga:  SPBE Pemkab Labuhanbatu Peroleh Urutan Kelima Predikat Baik

“Nah apa yang dilaporkan kePolda kemarin bukan lah fitnah atau laporan palsu dia kan perlu bukti salah satu nya adalah bon faktur yang belum di bayarkan oleh Hardi Mistani Alias Acek Minyak, yaitu bukti bon yang di masukan kepabrik milik Hardi Mistani belum di bayarkan, arti nya yang di laporkan sewaktu laporan diPolda, itu bukanlah laporan yang palsu,”ucap Awaluddin

“Jelas bukti bon masih ada, artinya belum di bayarkan lalu di mana letak pencemaran nama baiknya?  sementara pasal delik aduan telah di atur pada pasal 319 dan 316 karena itu keterangan palsu yang di tuduh oleh Penegak Hukum kita baik itu Polres Tebing Tinggi maupun Kejaksan terhadap klien kita saya anggap itu keliru dan klien kami jelas di kriminalisasi menurut kami,”pungkas nya

(J. Efendi)

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Kasus Pencurian dan Penganiayaan Anak di Simalungun , Perdamaian Kekeluargaan Menjadi Solusi

17 April 2024 - 19:49 WIB

Plt. Bupati Labuhanbatu Sambut Hari Raya Idul Fitri dengan Pesan Damai dan Kepedulian

17 April 2024 - 18:47 WIB

Plt Bupati Labuhanbatu Doa Di Rumah Duka Personel Kompi 3 Yon B Sat Brimob Polda Sumut

17 April 2024 - 10:40 WIB

Danyonmarhanlan X Jayapura Sambut Silaturahmi Korps Brimob Polda Papua

15 April 2024 - 18:24 WIB

Bentrok Oknum Brimob Vs Anggota TNI di Sorong Berakhir Damai

15 April 2024 - 17:55 WIB

Plt. Bupati Tinjau Persiapan TMMD ke-120 di Desa Selat Beting

15 April 2024 - 11:41 WIB

Trending di Berita Daerah