Menu

Mode Gelap
Wujudkan Generasi Berakhlak Mulia Melalui Hikmah Isra’ Mi’raj 1445 H Bersama Ratusan Masyarakat Plt Bupati Ikuti Senam Sehat di Car Free Day Caleg Partai PAN Dominasi Lima Kecamatan Di Deli Serdang PSI Tapanuli Utara Geruduk Kantor KPU dan Bawaslu, Ada Apa? 102 Peserta Ikuti Seleksi MTQ Tingkat Kecamatan Bandar Huluan

Berita Terkini · 13 Jun 2022 06:57 WIB · waktu baca : ·

Duh, Dikejar-kejar Pinjaman Online Ilegal? Laporkan Kesini!


 Duh, Dikejar-kejar Pinjaman Online Ilegal? Laporkan Kesini! Perbesar

Jakarta, NET24JAM – Derasnya kemajuan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) menjadi alasan tumbuh suburnya bisnis pinjaman online (Pinjol) di Indonesia. 

Menurut data Internet World Stats, hingga akhir Maret 2021 lalu, pengguna internet di tanah air mencapai 212,35 juta orang dari total jumlah penduduk 270 juta jiwa hasil Sensus Penduduk Badan Pusat Statistik 2020. 

Sedangkan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menyebutkan, hingga Februari 2021 lalu terdapat 202,3 juta pemakai internet di seluruh Indonesia.

Jasa pinjol dengan basis peer-to-peer (P2P) lending secara elektronik amat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, umumnya menengah ke bawah. 

Mereka selama ini terkendala untuk mendapatkan akses pembiayaan ke perbankan atau pegadaian karena tidak mempunyai cukup agunan. Namun sayangnya tidak sedikit dari pelaku usaha pinjaman dana online itu yang beroperasi tanpa izin resmi OJK.

Pinjol sendiri diatur lewat Peraturan OJK nomor 77/POJK.01/2016 tentang Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi (LPMUBTI). 

Selain harus memiliki sistem kelembagaan dan modal kuat, pelaku usaha pinjol harus menjadikan aspek perlindungan nasabah sebagai bagian dari sistem operasional. Sehingga hak dan kewajiban nasabah pinjol terlindungi.

Dalam basis data Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI), hingga 27 Juli 2021 yang lalu, tercatat ada 121 penyelenggara pinjol berstatus terdaftar dan mendapatkan lisensi untuk beroperasi penuh oleh OJK. Ke-121 pinjol itu bisa dilihat di laman situs www.ojk.go.id atau www.cekfintech.id.

Baca Juga:  Kapolres Labuhanbatu Hadiri Rakor Lintas Sektoral Jelang Pemilu 2024

“Mereka ini yang diberi izin resmi untuk melakukan kegiatan peer-to-peer lending di Indonesia dan sanggup memenuhi asas kerja tekfin yaitu legalitas dan logis atau 2L,” kata Ketua Umum AFPI Adrian Asharyanto Gunadi, mantan bankir perbankan syariah nasional ini.

Di luar 121 penyelenggara jasa pinjol resmi terdapat juga pengelola sejenis namun tidak terdaftar atau ilegal. Jumlah mereka justru jauh lebih banyak. 

Lihat saja data yang dikumpulkan Satuan Tugas Waspada Investasi OJK. Kurun Januari hingga 14 Juli 2021 saja, Satgas Waspada Investasi OJK sudah memblokir 172 entitas pinjol ilegal atau bodong. Angka ini menambah panjang daftar jumlah usaha pinjol ilegal yang diblokir OJK sejak 2018, yaitu sebanyak 3.365 entitas.

Sementara itu, Badan Reserse Kriminal Mabes Polri pun ikut terusik dengan kehadiran pinjol ilegal yang meresahkan dan merugikan masyarakat tersebut. 

Kepala Bareskrim Polri, Komjen Pol Agus Andrianto pada Juni 2021 lalu telah menerbitkan telegram meminta kepada seluruh kepolisian daerah di tanah air untuk menertibkan pinjol-pinjol ilegal.

Baca Juga:  Jelang Piala Bupati Taput, Atlet KKI Audiensi ke Kapolres Sibolga

Seiring hal tersebut, sebuah pernyataan bersama pada Jumat (20/8/2021) lalu dikeluarkan Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, Mabes Polri, Bank Indonesia, dan OJK untuk memberantas pinjol ilegal.

Menurut Menteri Kominfo Johnny G Plate, sejak 2018 hingga 17 Agustus 2021 lalu pihaknya telah memutus akses terhadap 3.856 konten terkait tekfin yang melanggar peraturan perundang-undangan termasuk platform pinjol ilegal.

“Kami mengajak kementerian dan lembaga terkait dan pemangku kepentingan dari sektor privat untuk bersama-sama mewujudkan ekosistem pinjaman online yang kondusif dan aman serta bermanfaat bagi masyarakat untuk mendorong perekonomian nasional,” kata Johnny.

Sedangkan Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menyatakan, aktivitas pinjaman online ilegal yang mengatasnamakan atau berkedok koperasi simpan pinjam (KSP), dapat memperburuk citra koperasi. Hal senada juga diungkapkan Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso yang telah mengeluarkan berbagai kebijakan untuk memberantas pinjol ilegal melalui Satgas Waspada Investasi.

Satgas ini rutin melakukan cyber patrol, pemblokiran situs dan aplikasi pinjol bodong, menertibkan KSP yang menawarkan pinjaman daring ilegal. Akibat ulah investasi bodong, baik lewat aplikasi pinjol gelap atau berkedok KSP, OJK mencatat dalam kurun 2011-2020 kerugian yang diderita masyarakat mencapai Rp114,9 triliun.

Baca Juga:  Gawat!!! Di Afd IV Laras Tanaman TU 2019 Di Serang Hama Ulat Kantong, Berondolan Berserak Piringan Menyemak

OJK juga  menggandeng Google untuk memperketat pemasangan aplikasi pinjol di platform Google Play Store. Terhitung sejak 28 Juli 2021 lalu, Google Indonesia telah meminta persyaratan tambahan kelayakan bagi aplikasi pinjaman pribadi antara lain berupa dokumen lisensi atau terdaftar di OJK.

Sementara itu, Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, pihaknya memberi dukungan penuh terhadap pemberantasan pinjol ilegal. Dukungan dari otoritas di bidang sistem pembayaran itu berupa penekanan aspek kehati-hatian oleh penyedia jasa pembayaran (PJP) non bank dalam menjalankan bisnisnya. BI juga melarang PJP non bank untuk bekerja sama atau memfasilitasi penyelenggara pinjol ilegal dan memperkuat literasi keuangan.

Masyarakat juga diminta melaporkan atau mengadukan kasus pinjol ilegal melalui Kepolisian lewat laman situs www.patrolisiber.id dan info@cyber.polri.go.id. 

Dapat pula melalui Kontak OJK 157 (Whatsapp 081157157157) dan email konsumen@ojk.go.id atau waspadainvestasi@ojk.go.id. 

Masyarakat juga dapat mengadu terkait investasi atau pinjol ilegal ke laman situs www.aduankonten.id dan email aduankonten@kominfo.go.id serta Whatsapp 08119224545 – 08119114545.

Published : Ridwan

Sumber    : 

  • Humas Kemenkominfo 
  • Divisi Humas Polri 

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Wujudkan Generasi Berakhlak Mulia Melalui Hikmah Isra’ Mi’raj 1445 H

26 Februari 2024 - 06:05 WIB

Plt. Bupati Ellya Rosa Siregar Mengucapkan Selamat Merayakan Hari Cap Gomeh Kepada Masyarakat Tionghoa.

25 Februari 2024 - 11:35 WIB

Plt. Bupati Labuhanbatu Meresmikan Pembangun Masjid An-Nurani di Panai Tengah.

25 Februari 2024 - 11:24 WIB

1 Unit Rumah Habis di Lahap Sijago Merah

24 Februari 2024 - 13:20 WIB

Plt. Bupati Labuhanbatu Meletakan Batu Pertama Ponpes Al -Haramain.

23 Februari 2024 - 22:45 WIB

Polsek Firdaus Amankan Mesin Judi Tembak Ikan- Ikan di Desa Sei Bamban

23 Februari 2024 - 22:25 WIB

Trending di Berita Daerah