Menu

Mode Gelap
Gegara Narkoba Dua Pria di Labuhanbatu Ditangkap Polisi Polres Taput Gelar Bakti Sosial Sambut HUT Bhayangkara ke 78 Tim PEOJF Klarifikasi Tuduhan Penarikan Mobil Secara Paksa Idul Adha 1445 H, KSOP Utama Belawan Qurban 9 Ekor Lembu Danlanud Yohanis Kapiyau Timika Kerahkan Personel Sukseskan MTQ

Berita Terkini · 21 Feb 2022 14:38 WIB · waktu baca : ·

Dugaan Korupsi dan Mark Up Kadis Pendidikan Labura, Himlab Raya Gelar Aksi


 Dugaan Korupsi dan Mark Up Kadis Pendidikan Labura, Himlab Raya Gelar Aksi Perbesar

Himlab Raya Gelar Aksi Demonstrasi di depan gedung Komisi Pemberantasan Korupsi.

Jakarta, NET24JAM.ID – Himpunan Mahasiswa Labuhan Batu (Himlab) Raya yang merupakan organisasi mahasiswa berdomisili di DKI Jakarta dan sekitarnya mengadakan aksi demonstrasi di depan gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (21/2/2022). 

Para mahasiswa ini menuntut KPK  memeriksa Kepala Dinas Pendidikan Labuhan Batu Utara (Labura) terkait adanya kasus dugaan korupsi dana pengadaan pembangunan perabot rehabilitasi ruang kelas SMP yang bersumber dari dana APBD. 

Dalam rilis yang tim redaksi terima, ada 4 tuntutan yang disampaikan mahasiswa Labuhan Batu Raya ini. Yang mana tuntutan tersebut ditujukan kepada KPK, BPK, Polri, dan Bupati Labuhan Batu Utara. 

Himlab Raya mendesak agar KPK melakukan pemeriksaan dan penyidikan kepada Kadis Pendidikan Labura. 

“Dugaan kami ada kasus korupsi dan mark up Pembangunan Pengadaan Perabot Rehabilitasi Ruang Kelas tingkat SMP DAK Fisik Tahun 2021 yang bersumber dari APBD Rp 1.524.449.172,00 di kantor Dinas Pendidikan Labuhan Batu Utara serta tidak sesuai dan tidak tepat sasaran dalam kegiatan tersebut,” ujar Sapri Pasaribu Korlap aksi kepada redaksi, Senin (21/2/2022). 

Baca Juga:  Vihara Chien Fo Yuen Tebing Tinggi Bagikan 1280 Karung Beras Kepada Masyarakat Kurang Mampu

Himlab Raya DKI Jakarta juga mendesak Kapolri untuk memerintahkan Kapolda Sumatera Utara untuk turun tangan dalam kasus ini. 

“Meminta kepada Kapolda Sumatera Utara agar segera memanggil dan memeriksa Kepala Dinas Pendidikan Labuhan Batu Utara dan rekanan pemenang tender dalam kegiatan di atas,” harapnya.

Para mahasiswa ini juga menuntut agar Bupati Labura mencopot Kadis Pendidikan Labura. 

“Meminta Kepada Bupati Labuhan Batu Utara Bapak Hendriyanto Sitorus agar segera mengevaluasi dan mencopot Kepala Dinas pendidikan dan jajarannya apabila terbukti bersalah,” ujar Korlap aksi Himlab yang menaungi mahasiswa/i perguruan tinggi negeri dan swasta di DKI Jakarta dan sekitarnya. 

Baca Juga:  Qodari Sebut Golkar Partai Brutus? AMPI Sumut : 100 Persen Error!

Kemudian mereka juga mendesak BPK RI agar turun langsung ke Labura untuk memeriksa kasus korupsi ini. 

“Kami juga meminta kepada Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) agar turun langsung ke Labura untuk melakukan penyidikan dan pemeriksaan Kepala Dinas Pendidikan Labura Labura,” tegasnya. 

Bukan hanya itu, pengerjaan proyek Rehabilitasi Jaringan Irigasi Rawa di Desa Selat Besar Kecamatan Bilah Hilir Kabupaten Labuhan Batu tahun anggaran 2021 di bawah satuan kerja Dinas PUPR Labuhan Batu dengan pelaksana proyek CV Rafisa dan nilai kontrak Rp 3.096.599.364,64, masih belum selesai dikerjakan hingga 18 januari 2022,namun selesai nya pekerjaan proyek tersebut telah melewati waktu yang seharusnya, bahkan berdasarkan informasi yang kami himpun dari berbagai sumber, diketahui jadwal tambahan waktu pekerjaan (Addendum) juga sudah habis.

Baca Juga:  Komisi I DPRD Simalungun Kunjungan Kerja Di Kecamatan Bandar Huluan

Keterlambatan penyelesaian pengerjaan proyek Rehabilitasi Jaringan Irigasi Rawa di Desa Selat Besar kami duga implikasi dari lemahnya pengawasan pihak Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dari Dinas PUPR Labuhan Batu.

“Bahwa lemahnya pengawasan dari PPK Dinas PUPR Labuhan Batu, kami nilai sebagai bentuk ketidakseriusan Dinas PUPR dalam menjalankan tugasnya, padahal uang negara dalam  proyek yang ditujukan untuk kesejahteraan masyarakat tersebut tidaklah kecil nilainya,” tegas Himlab Raya.

Para mahasiswa ini juga mengingatkan kepada seluruh pihak terkait agar segera melakukan penangkapan. 

“Tangkap dan penjarakan apabila terbukti bersalah, agar Bumi Basimpul Kuat Babontuk Elok bersih dari KKN,” tutup Himlab Raya melalui pers rilis koordinator aksi.  

(Red/Himlab Raya)

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Polres Sergai Tindak Lokasi Diduga Tempat Perjudian di Kota Pari

21 Juni 2024 - 23:10 WIB

Gegara Narkoba Dua Pria di Labuhanbatu Ditangkap Polisi

21 Juni 2024 - 14:25 WIB

Polres Taput Gelar Bakti Sosial Sambut HUT Bhayangkara ke 78

21 Juni 2024 - 14:02 WIB

Tim PEOJF Klarifikasi Tuduhan Penarikan Mobil Secara Paksa

21 Juni 2024 - 11:15 WIB

Sambut Hari Bhayangkara Ke-78, Polres Pelabuhan Belawan Gelar Donor Darah

21 Juni 2024 - 11:04 WIB

Staf Sosial Kemenkumham RI Tinjau Rutan Kelas I Medan Saat Idul Adha 1445 H

21 Juni 2024 - 10:55 WIB

Trending di Berita Terkini