Menu

Mode Gelap
Pemerintah Tegaskan Berantas Judi Online, Satgas Akan Segera Dibentuk! Petugas Rutan Kelas I Medan Gagalkan Penyelundupan Narkoba Asisten 3 Pimpin Rapat Penyusunan SSH Tahun Anggaran 2024 Lapas Medan Terima Kunjungan Peserta Bimtek Giat Kerja dan Produksi 2024 MTs Al Washliyah Bahgunung Gelar Wisuda Tahfidz Al Qur’an

News · 12 Jul 2022 13:19 WIB · waktu baca : ·

Draft Final RKUHP Perzinahan Diserahkan Ke DPR RI


 Draft Final RKUHP Perzinahan Diserahkan Ke DPR RI Perbesar

Gambar Ilustrasi

Jakarta, NET24JAM – Draft final Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) telah diserahkan ke DPR RI.
Draft tersebut diserahkan secara simbolis oleh Wakil Menteri Hukum dan HAM (Wamenkumham) Edward OS Hiariej ke Pimpinan Komisi III DPR RI.

Dari draft final RKUHP tersebut terdapat Pasal yang mengatur Hukuman bagi pelaku Zina, Kumpul Kebo, hingga Hubungan Sedarah.
Adapun ancaman hukuman bagi pelaku zina, kumpul kebo, hingga hubungan sedarah berbeda-beda.

Bagi orang yang melakukan perbuatan zina atau hubungan badan yang bukan suami istri hukumannya diatur dalam Pasal 415 di Pasal 415 Ayat (1), disebutkan Bahwa setiap orang yang melakukan perzinaan terancam dihukum 1 tahun penjara.

Baca Juga:  48 Penjahat Kena Sikat Polres Pelabuhan Belawan

“Setiap Orang yang melakukan persetubuhan dengan orang yang bukan suami atau istrinya dipidana karena perzinaan dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun atau pidana denda paling banyak kategori II,” demikian bunyi Pasal 415 Ayat (1) yang dikutip Draft Final RKUHP.

Kemudian, masih dalam Pasal 415 ayat (2), dijelaskan bahwa pihak yang bisa melaporkan perzinahan tersebut adalah suami atau istri bagi orang yang terikat perkawinan. Atau bisa juga, orang tua atau anaknya bagi orang yang tidak terikat perkawinan.

Baca Juga:  Delapan Geng Motor Berhasil Dicomot Satrekrim Polrestabes Dan Unit Reskrim Polsek Sunggal

“Terhadap pengaduan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) tidak berlaku ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25, Pasal 26, dan Pasal 30,” demikian lanjutan Pasal 415 Ayat (3).

Sementara itu, untuk hukuman pidana bagi pelaku kumpul kebo diatur dalam Pasal 416.
Di mana dalam Pasal 416 ayat (1) disebutkan bahwa setiap orang yang hidup bersama sebagai suami istri di luar perkawinan / pernikahan terancam pidana selama anam bulan.

Baca Juga:  Bus Pariwisata Rombongan SDN Sayang Jatinagor Masuk Jurang 3 Orang Meninggal Dunia

“Setiap orang yang melakukan hidup bersama sebagai suami istri di luar perkawinan dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (Anam) bulan atau pidana denda paling banyak kategori II,” demikian bunyi Pasal 416 Ayat (1).

“Setiap Orang yang melakukan persetubuhan dengan seseorang yang diketahuinya bahwa orang tersebut merupakan anggota keluarga sedarah dalam garis lurus atau ke samping sampai derajat ketiga, dipidana dengan pidana penjara paling lama 12 (dua belas) tahun,” bunyi Pasal 417.

Published : Misdi
Courtesy : sindonews

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pemerintah Tegaskan Berantas Judi Online, Satgas Akan Segera Dibentuk!

23 Mei 2024 - 00:07 WIB

Petugas Rutan Kelas I Medan Gagalkan Penyelundupan Narkoba

22 Mei 2024 - 23:34 WIB

Asisten 3 Pimpin Rapat Penyusunan SSH Tahun Anggaran 2024

22 Mei 2024 - 23:26 WIB

Lapas Medan Terima Kunjungan Peserta Bimtek Giat Kerja dan Produksi 2024

22 Mei 2024 - 20:45 WIB

Henanja Nainggolan Resmi Jabat Ketua DPC LPKN Tipikor Tapanuli Utara

22 Mei 2024 - 18:40 WIB

Polgan Medan MoU Kolaborasi Bidang Tri Dharma Perguruan Tinggi

22 Mei 2024 - 00:25 WIB

Trending di Berita Terkini