Menu

Mode Gelap
Saat Memasak Teh Disawah Pria Ini Tewas Tertimpa Longsor Polres Labuhanbatu Tangkap Pencuri Pupuk Dari Gudang PT. Smart Tim Gabungan SFQR Lanal Balikpapan Gagalkan Penyelundupan Kosmetik Ilegal Polisi Bekuk Pengedar Narkoba di Desa Helvetia, Sita 5 Paket Sabu Mabes Polri Dan Poldasu Temukan RumahTempat Pembuat Ekstasi

Tak Berkategori · 29 Okt 2021 13:53 WIB · waktu baca : ·

Diduga Rugikan Negara, Oknum Dosen di Pematang Siantar Sumut Dipolisikan


 Diduga Rugikan Negara, Oknum Dosen di Pematang Siantar Sumut Dipolisikan Perbesar

Ramces Pandiangan, SH., MH.

P. Siantar, NET24JAM.ID – Kisruh lahan HGU BUMN PTPN III dengan para penggarap semakin hari kian memanas walaupun sudah berulang kali disurati manajemen PTPN untuk meninggalkan areal HGU namun para penggarap malah gencar membangun tanpa alas hak yang kuat.

Padahal PTPN III selaku pemegang HGU aktif hingga 2029 tidak serta merta mengusir para penggarap begitu saja ada tali asih mereka berikan kepada penggarap yang terlanjur membangun rumah.

Baca Juga:  BRI Buka Lowongan Kerja di Mei 2021, Berikut Kualifikasinya

Hal ini jelas merugikan Negara dan tak dapat dItolerir lagi seperti yang diucapkan kuasa hukum PTPN III Ramces Pandiangan, SH., MH., kepada NET24JAM.ID, pada Kamis (28/10/2021), kepada awak media juga Ramces menunjukan bukti dumasnya.

“Untuk ini kita akan membuat dumas dengan melaporkan oknum dosen tersebut ke Polda dengan dugaan melakukan pelanggaran hukum dengan mendirikan  rumah serta menguasai, mengusahai, dan memanfaatkan tanah atau menggarap tanah di areal HGU yang bersertifikat nomor: 1/Kota Pematang Siantar dan surat ukur nomor : 02/Talunkondot 2006 tanggal 24/01/2006 atas nama PT. Perkebunan Nusantara III,” terang Ramces.

Baca Juga:  Dua Pekan Pra TMMD Kodim 0207/Sml, Pembuatan Bendungan Sungai Bahbiak Capai 53%

Tak sampai disitu, dalam laporan itu juga disebutkan bahwa oknum dosen Dr. BS sebagai otak dan aktor intelektual yang mempengaruhi masyarakat untuk menggarap lahan PTPN III, sehingga jika dikalkulasikan penghasilan negara yang didapat dari lahan tersebut 3 juta/bulan dalam setiap hektarnya di kali 12 bulan selama 17 tahun terhitung sejak tahun 2004 atau kurang lebih 16 tahun maka kerugian negara ditaksir Rp77.473.080.000.

Baca Juga:  BPN Pastikan Lahan Garapan Bahsorma dan Gurilla HGU Aktif Milik PTPN III

“Bahkan diduga Dr. BS telah melakukan pelanggaran hukum sesuai dengan pasal 55 jo. 107 UU No. 39 tahun 2014 pasal 6 UU No. 51 tahun 1960 dan pasal 167, 385 KUHP, UU No 30 tahun 2002 tentang tindak pidana korupsi,” pungkas Ramces.

Terpisah, oknum dosen DR. BS hingga saat ini tak bisa dihubungi untuk di konfirmasi bahkan memblokir nomor kontak awak media.

(Bambang)

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Dinas Sosial Salurkan Bantuan Untuk Korban Kebakaran

4 Juni 2024 - 12:19 WIB

Tergabung Di Kloter 13 Kakan Kemenag Bersama Plt Bupati Lepas 318 Jemaah Haji Labuhanbatu

27 Mei 2024 - 08:18 WIB

Terpilih Secara Aklamasi Boster Sitio Pimpin Koni Labuhanbatu Hingga 2028

28 April 2024 - 08:52 WIB

Forkopimda Labuhanbatu dan Labura Buka Puasa Bersama Kapolres Labuhanbatu

24 Maret 2024 - 09:13 WIB

Bandar Huluan Gelar Rapat Materi Sosialisasi Penggunaan ADN Dan Dana Desa Tahun 2024

20 Maret 2024 - 05:52 WIB

PTPN IV Ragional II Kebun Dolok Ilir Dan Pengusaha CV Sinar Tenera Sepakat Melakukan Perawatan Jalan Protokol

6 Maret 2024 - 11:43 WIB

Trending di Tak Berkategori