Menu

Mode Gelap
Wujudkan Generasi Berakhlak Mulia Melalui Hikmah Isra’ Mi’raj 1445 H Bersama Ratusan Masyarakat Plt Bupati Ikuti Senam Sehat di Car Free Day Caleg Partai PAN Dominasi Lima Kecamatan Di Deli Serdang PSI Tapanuli Utara Geruduk Kantor KPU dan Bawaslu, Ada Apa? 102 Peserta Ikuti Seleksi MTQ Tingkat Kecamatan Bandar Huluan

Tak Berkategori · 29 Okt 2021 13:53 WIB · waktu baca : ·

Diduga Rugikan Negara, Oknum Dosen di Pematang Siantar Sumut Dipolisikan


 Diduga Rugikan Negara, Oknum Dosen di Pematang Siantar Sumut Dipolisikan Perbesar

Ramces Pandiangan, SH., MH.

P. Siantar, NET24JAM.ID – Kisruh lahan HGU BUMN PTPN III dengan para penggarap semakin hari kian memanas walaupun sudah berulang kali disurati manajemen PTPN untuk meninggalkan areal HGU namun para penggarap malah gencar membangun tanpa alas hak yang kuat.

Padahal PTPN III selaku pemegang HGU aktif hingga 2029 tidak serta merta mengusir para penggarap begitu saja ada tali asih mereka berikan kepada penggarap yang terlanjur membangun rumah.

Baca Juga:  Menakjubkan! Ternyata Indonesia Punya Deretan Rekor Tertua di Dunia

Hal ini jelas merugikan Negara dan tak dapat dItolerir lagi seperti yang diucapkan kuasa hukum PTPN III Ramces Pandiangan, SH., MH., kepada NET24JAM.ID, pada Kamis (28/10/2021), kepada awak media juga Ramces menunjukan bukti dumasnya.

“Untuk ini kita akan membuat dumas dengan melaporkan oknum dosen tersebut ke Polda dengan dugaan melakukan pelanggaran hukum dengan mendirikan  rumah serta menguasai, mengusahai, dan memanfaatkan tanah atau menggarap tanah di areal HGU yang bersertifikat nomor: 1/Kota Pematang Siantar dan surat ukur nomor : 02/Talunkondot 2006 tanggal 24/01/2006 atas nama PT. Perkebunan Nusantara III,” terang Ramces.

Baca Juga:  Ungkap Penjualan Vaksin Secara Ilegal, Epza Apresiasi Kinerja Polda Sumut

Tak sampai disitu, dalam laporan itu juga disebutkan bahwa oknum dosen Dr. BS sebagai otak dan aktor intelektual yang mempengaruhi masyarakat untuk menggarap lahan PTPN III, sehingga jika dikalkulasikan penghasilan negara yang didapat dari lahan tersebut 3 juta/bulan dalam setiap hektarnya di kali 12 bulan selama 17 tahun terhitung sejak tahun 2004 atau kurang lebih 16 tahun maka kerugian negara ditaksir Rp77.473.080.000.

Baca Juga:  Polres Dairi Apel Gabungan Ton Siaga Antisipasi Malam Takbiran dan Solat ID

“Bahkan diduga Dr. BS telah melakukan pelanggaran hukum sesuai dengan pasal 55 jo. 107 UU No. 39 tahun 2014 pasal 6 UU No. 51 tahun 1960 dan pasal 167, 385 KUHP, UU No 30 tahun 2002 tentang tindak pidana korupsi,” pungkas Ramces.

Terpisah, oknum dosen DR. BS hingga saat ini tak bisa dihubungi untuk di konfirmasi bahkan memblokir nomor kontak awak media.

(Bambang)

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Paskas Ajak Masyarakat Kota Tebing Tinggi Untuk Bersedekah

27 November 2023 - 20:03 WIB

BNN Pinjam Pakai Gedung TC Sosial Untuk Tempat Rehabilitasi Penyalahgunaan Narkoba

5 Oktober 2023 - 11:25 WIB

Cabuli Anak Dibawah Umur Warga Naga Kesiangan Di Jemput Polisi Tebing Tinggi

5 Oktober 2023 - 10:24 WIB

Bahas Sukseskan Pemilu Forkopimda Gelar Rakor Bersama Forkopimcam Bandar Huluan

18 September 2023 - 21:01 WIB

Bupati Buka Talk Show Peran Perempuan Dalam Mewujudkan Kerukunan di Kabupaten Labuhanbatu

14 September 2023 - 09:17 WIB

Malam Perpisahan Sahabat BNN Berlangsung Khidmat

14 September 2023 - 09:09 WIB

Trending di Berita Daerah