Menu

Mode Gelap
Danyonmarhanlan X Jayapura Sambut Silaturahmi Korps Brimob Polda Papua Bentrok Oknum Brimob Vs Anggota TNI di Sorong Berakhir Damai Plt. Bupati Tinjau Persiapan TMMD ke-120 di Desa Selat Beting Diduga Hanyut di Sungai Bilah , Tim BPBD Labuhanbatu Melakukan Pencarian Selama 15 Jam dan Ditemukan Korban Telah Meninggal . Kompol Yayang Cek e-Parkir di Wilkum Polsek Medan Baru

Berita Daerah · 14 Sep 2023 20:11 WIB · waktu baca : ·

Diduga Rugikan Negara FSAKP Soroti 2 Agenda Pelatihan Kepala Desa Sekabupaten Paluta


 Diduga Rugikan Negara FSAKP Soroti 2 Agenda Pelatihan Kepala Desa Sekabupaten Paluta Perbesar

NET24JAM.ID || Simalungun.- Dua Agenda Pelatihan Kepala Desa Se Kabupaten Padang Lawas Utara Di Duga Menjadi Ajang Pencurian Uang Negara. Forum Studi Analisa Kebijakan Publik (FSAKP) menyoroti terkait adanya dua kegiatan pelatihan kepala desa se Kabupaten Padang Lawas Utara di Kota Wisata Parapat, Simalungun yang berlangsung dari tanggal 9 sampai 13 September 2023, Kamis (14/9/23)

Ali Yusuf Siregar, Ketua Forum Studi Analisa Kebijakan Publik menyampaikan pada awak media bahwasannya kegiatan tersebut diselenggarakan oleh dua lembaga dengan tema yang berbeda dengan kepesertaan seluruh kepala desa se Kabupaten Padang lawas utara (Paluta).

“Dalam pantauan kami secara langsung bahwasanya di Kota wisata parapat, Kabupaten Simalungun ada kegiatan dua agenda pelatihan Kepala Desa Se-kabupaten Padang Lawas Utara dari tanggal 9 sampai 13 september 2023. Kedua lembaga tersebut adalah Lembaga Forum Diklat dan Pelatihan Publik dengan tema kegiatan “Pelatihan Kerjasama Antar Desa Dan Pihak Ketiga” dan Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Program Nasional dengan tema “Pemanfaatan Limbah Kelapa Sawit Menjadi Nilai Ekonomis Guna Meningkatkan Perekonomian Masyarakat Desa” dimana tiap peserta atau kepala desa membayarkan kontibusinya sebesar Rp. 10 juta di tiap kegiatan pelatihan atau sebesar Rp. 20 juta per desa,” Terangnya.

Baca Juga:  Polisi Tangkap Penyedia Narkotika Kepada Belasan Napi Rutan Kota Agung

Ali juga menyampaikan banyaknya indikasi kerugian keuangan Negara dalam dua kegiatan pelatihan tersebut

“Menurut kami, kedua kegiatan pelatihan tersebut banyak terdapat indikasi dugaan kerugian Negara yang terjadi. Dalam kegiatan tersebut banyak kepala desa atau perwakilan perangkat desa yang tidak hadir namun tetap diwajibkan membayar kontribusi peserta melalui pengumpulan dana per tiap kecamatannya. Kemudian terkait kamar terdapat tindakan manipulative, dimana peserta di gabung 2 orang per kamar yang bisa berbeda desa dengan relative harga hanya berkisar 600.000 sampai 800.000an dengan tawaran fasilitas bonus dari pihak manajemen hotel untuk penggunaan aula hotel dan tambahan untuk makan siang, makan malam dan coffee break dua kali seharinya selama 4 hari. Selain itu juga para peserta yang hadir oleh panitia di berikan souvenir berupa baju batik dan tas ransel yang bila kami perkirakan harganya hanya sekitar Rp. 100.000 hingga Rp. 150.000an yang mungkin jauh dari RAB yang sebenarnya,” Ungkapnya.

Baca Juga:  Uji Nyali!! Polri Diminta Tindak Bandar Judi Tembak Ikan di Belawan

Dalam pernyataannya, Ali juga menilai kegiatan tersebut adalah kegiatan gagal yang di duga tidak akan memberikan manfaat kepada masyarakat dan kemajuan pembangunan di desa.

“Kami menilai bahwa kegiatan tersebut adalah kegiatan gagal dan minim manfaatnya nantinya untuk masyarakat dan kemajuan pembangunan desa. Karena dalam pengamatan kami secara langsung bahwasanya selain keterlembatan dimulainya acara, narasumber yang tidak hadir di dalam agenda kegiatan , kami melihat juga antusias dari pihak desa yang hadir sebagai peserta minim keberadaannya di tempat kegiatan mereka terlihat banyak berkeliaran sibuk dengan kegiatan pribadinya masing-masing bahkan dengan keluarganya yang sengaja di boyong dari padang lawas utara,” jelasnya.

Selain itu, Ali juga menambahkan bahwa pihaknya telah menyampaiakan permintaan klarifikasi kepada pihak lembaga penyelenggara pelatihan namun tidak juga mendapat balasan sehingga dirinya mengatakan akan menguji informasi dan data yang mereka miliki tersebut ke aparat penegak hukum.

Baca Juga:  Nekat Aniaya Anak Dibawah Umur, Kedua Pelaku Berakhir Begini

“Di saat kegiatan masih berlangsung dan kami menilai sudah terdapat banyak indikasi yang di duga menyalahi aturan kami telah melayangkan surat resmi kepada pihak pantia lembaga penyelenggara kegiatan pelatihan untuk meminta klarifikasi mereka namun hingga saat ini tidak ada tanggapan dan jawaban dari mereka. Sehingga berdasarkan kesepakatan bersama dalam organisasi, kami dalam waktu dekat memutuskan akan segera menyampaikan dan menguji informasi dan data yang kami miliki kepada aparat penegak hokum untuk diproses secara aturan dan perundang-undangan yang berlaku,”pungkas Ali.

menindaklanjuti informasi tersebut awak media mencoba mengkonfirmasi kepada kedua ketua kegiatan melalui pesan aplikasi WA, namun sayangnya hingga berita ini ditayangkan belum ada tanggapan dan jawaban dari R dan K kedua ketua panitia tersebut.

(Bambang)

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Danyonmarhanlan X Jayapura Sambut Silaturahmi Korps Brimob Polda Papua

15 April 2024 - 18:24 WIB

Bentrok Oknum Brimob Vs Anggota TNI di Sorong Berakhir Damai

15 April 2024 - 17:55 WIB

Plt. Bupati Tinjau Persiapan TMMD ke-120 di Desa Selat Beting

15 April 2024 - 11:41 WIB

Diduga Hanyut di Sungai Bilah , Tim BPBD Labuhanbatu Melakukan Pencarian Selama 15 Jam dan Ditemukan Korban Telah Meninggal .

15 April 2024 - 11:32 WIB

BPBD Labuhanbatu dan Polairud Polres Labuhanbatu Bersiaga di Dua Pos Penyeberangan

15 April 2024 - 10:42 WIB

Kompol Yayang Cek e-Parkir di Wilkum Polsek Medan Baru

13 April 2024 - 10:41 WIB

Trending di Berita Terkini