Menu

Mode Gelap
Bersama Ratusan Masyarakat Plt Bupati Ikuti Senam Sehat di Car Free Day Caleg Partai PAN Dominasi Lima Kecamatan Di Deli Serdang PSI Tapanuli Utara Geruduk Kantor KPU dan Bawaslu, Ada Apa? 102 Peserta Ikuti Seleksi MTQ Tingkat Kecamatan Bandar Huluan Tahun Baru Imlek 2575 Plt Bupati Labuhanbatu Patroli Dan Kunjungan Ke Vihara Dan Klenteng

Berita Terkini · 16 Feb 2022 11:55 WIB · waktu baca : ·

Diduga Petugas RSU Eshmun Suntikan Obat Mengakibatkan Pasien Meninggal Dunia


 Diduga Petugas RSU Eshmun Suntikan Obat Mengakibatkan Pasien Meninggal Dunia Perbesar

RSU Eshmun Yang Berada Di Medan Marelan Diduga Kuat Melakukan Mal Praktek Akibatkan Pasien Meninggal Dunia

Medan Marelan,NET24JAM –   Diduga melakukan malpraktek, manajemen Rumah Sakit Umum (RSU) Eshmun dilaporkan ke Polsek Medan Labuhan, Selasa (15/2/2022) dinihari. 

Pasalnya, pasien korban kecelakaan lalulintas bernama Sakti Fernando Napitupulu,35, meninggal dunia setelah 2 jam diberikan suntikan antibiotik melalui infusnya.

Petugas Kesehatan di Rumah Sakit Umum (RSU) Eshmun di duga berikan obat ke pada pasien tanpa ada pemeriksaan yang intensif sehingga membuat nyawa pasien melayang.

Pada awalnya pihak keluarga dan juga korban sudah memberikan tahu kepada petugas kesehatan dari RSU Eshmun bahwasanya pasien alergi obat,namun petugas tidak menggubris keterangan tersebut dan mengakibatkan nyawa korban melayang.

“Padahal, sebelum diberikan antibiotik, korban sempat memberitahukan kepada perawat bahwa dirinya alergi antibiotik”.

Kepada wartawan di rumah duka Jln. Pasar 1 Tengah Gang Amal 3 Kelurahan Rengas Pulau Kecamatan Medan Marelan, Selasa (15/2), kakak korban Natalia boru Napitupulu (40) menuturkan, awalnya adik kandungnya Sakti Fernando Napitupulu sekira pukul 21:00 beranjak dari rumahnya dengan mengendarai sepedamotor hendak pergi ke tempatnya bekerja di Bank Mestika Jl. Krakatau Medan.

Baca Juga:  Kades Manunggal Nilai Camat Arogan, Batara : Manajemen Latto-latto

“Saat melintas di Jl. Bawal Titipapan, korban menabrak mobil yang sedang berhenti hingga korban terjatuh. Akibatnya, tangan korban menderita luka lecet,” tutur Natalia.

Setelah bangkit, tambah Natalia, adik kandungnya itu langsung menelefon ibunya agar segera dijemput karena dirinya kecelakaan lalulintas. “Malam itu juga, Sakti dijemput dan dibawa pulang ke rumah,” terang Natalia.

Lanjut Natalia, pihak keluarga menyarankan agar Sakti dibawa berobat ke rumah sakit namun Sakti sempat menolak dengan alasan dirinya hanya menderita luka lecet di tangan kanan.

“Karena terus didesak oleh ibu, untuk memastikan apakah ada luka di bagian kepala, korban akhirnya dibawa ke Rumah Sakit Eshmun dan masuk ke Ruang IGD,” ujar Natalia.

Baca Juga:  Pengurus Poslab Kesal, Ketua Koni Labuhanbatu Berikan Bantuan Dana CSR PTPN III Janji Tidak Tepat Sasaran.

Sesampainya di Ruang IGD, sebelum diinfus, korban sempat memberitahukan kepada perawat bahwa dirinya alergi antibiotik. Seorang perawat wanita datang dan menyuntikan antibiotik ke dalam infus.

“5 menit setelah antibiotik disuntikkan ke dalam infus, adik saya langsung kejang-kejang sehingga kami langsung memanggil perawat. Awalnya para perawat terlihat cuek. Setelah kami ributin, barulah perawat menyuntikkan obat penetralisir ke dalam infus,” sebut Natalia.

Natalia menambahkan, setelah diberikan obat penetralisir, dirinya sempat menanyakan kepada perawat, obat apa yang disuntikkan tersebut dan dijawab perawat obat lambung.

“Korban tidak punya riwayat sakit lambung namun diberikan obat penetralisir sakit. Saat saya tanya mana bekas obatnya, perawat bilang sudah dibuang,” tutur Natalia.

Baca Juga:  Mudik Lebaran Lancar, Kakorlantas Polri Diapresiasi

Sekira 2 jam kemudian, korban akhirnya meninggal dunia. Pihak keluargapun tidak terima terhadap tindakan petugas RSU Eshmun dan membuat laporan pengaduan ke Polsek Medan Labuhan lalu korban dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk diotopsi.

Atas kejadian tersebut,pihak keluarga meminta ke pada Polsek Medan Labuhan agar menindak lanjuti perbutan petugas RSU Eshmun,sehingga membuat nyawa korban hilang.

Dalam hal ini,Kapolsek Medan Labuhan Kompol Mustafa Nasution ketika dikonfirmasi membenarkan bahwa pihak keluarga korban sudah membuat laporan pengaduan.

“Kami masih menunggu hasil otopsi dari Rumah Sakit Bhayangkara,” jelas Kompol Mustafa.

Sementara itu, Direktur Rumah Sakit Umum (RSU) Eshmun ketika dikonfirmasi terkait dugaan malpraktek tersebut tidak berada di tempat karena baru saja keluar.

“Pak direktur tidak berada di tempat karena baru saja keluar,” ujar Dedi Santoso, Danru Security RSU Eshmun. 

(Fendi)

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Plt Bupati Labuhanbatu Mengapresiasi Direktur RSUD Rantauprapat Dengan Cepat Menangani Warga Yang keracunan Massal.

21 Februari 2024 - 18:57 WIB

Asisten I Pimpin Rapat Persiapan MTQ dan FSQ Tingkat Kabupaten Labuhanbatu

21 Februari 2024 - 10:35 WIB

Puluhan Masyarakat Rantauprapat Keracunan Massal

21 Februari 2024 - 10:27 WIB

Plt Kadis Kominfo Labuhanbatu Silahtuhrami ke Kantor Badan Pusat Statistik

21 Februari 2024 - 07:21 WIB

Plt. Bupati Labuhan Batu Tinjau Rapat Pleno Rekapitulasi Tingkat Kecamatan

20 Februari 2024 - 11:07 WIB

Staf Ahli Bidang Ekonomi Sampaikan Pidato Plt Bupati Labuhan Batu di Hari Kesadaran Nasional

19 Februari 2024 - 16:56 WIB

Trending di Berita Daerah