Menu

Mode Gelap
Asisten I: Peraturan Kesejahteraan Ibu dan Anak Perlu Dikuatkan dengan Undang-Undang Khusus Plt. Bupati Apresiasi Pelantikan 45 Anggota PPK di Labuhanbatu untuk Pilkada 2024 Polsek Firdaus Sergai Amankan Dua Anggota Geng Motor Meresahkan Warga Hatonduhan Ragukan Integritas KPUD Simalungun, Diduga Langgar Kode Etik Penyelenggaraan Pemilu Picu Kemacetan Depo Milik JIU Resahkan Warga Sekitar Dan Pengguna Jalan

Berita Terkini · 6 Sep 2022 21:14 WIB · waktu baca : ·

Diduga Bermasalah! Proyek DAK TA 2021 Dinas Pendidikan Tapanuli Utara


 Diduga Bermasalah! Proyek DAK TA 2021 Dinas Pendidikan Tapanuli Utara Perbesar

Taput, NET24JAM – Di tengah-tengah gencarnya pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) untuk memajukan sektor pendidikan khususnya di bidang sarana dan prasarana, kini masih saja ada kendala.

Dikatakan demikian, pasalnya proyek Dinas Pendidikan yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Rehabilitasi Ruang Kelas Dengan Tingkat Kerusakan Minimal Sedang SMP Negeri 1 Siatas Barita yang dilaksanakan oleh CV. Ditto Raja Sejahtera dengan jumlah dana Rp. 1.037.760.860,11( Satu milyar tiga puluh tujuh juta tujuh ratus enam puluh ribu delapan ratus enam puluh koma 11 rupiah), dengan tanggal mulai pekerjaan 16 Juli 2021 dan seharusnya selesai pada tanggal 13 Desember 2021 yang lalu.

Baca Juga:  Mencegah Balap Liar dan Ugal-ugalan Satlantas Polres Tanjungbalai Melaksanakan Penjagaan dan Patroli

Namun terpantau di lapangan, hingga berita ini diterbitkan proyek tersebut belum rampung.

Menanggapi hal ini, DPC SPRI Tapanuli Utara Lamhot Silaban dan tim menyebutkan bahwa proyek tersebut diduga terbengkalai.

Baca Juga:  Porprovsu ke 11, Bupati Lepas Tim Sepakbola Labuhanbatu

“Sudah satu tahun proyek ini belum rampung juga, jadi ini patut kita duga ada masalah,” sebut Lamhot, Selasa (6/9/2022).

Terpisah, ketika dikonfirmasi awak media net24jam.id kepada Jefri Lubis selaku pejabat baru yang membidangi proyek tersebut di dinas pendidikan Kabupaten Tapanuli Utara, menyebutkan tidak tahu mengenai hal itu.

“Saya tidak tahu mengenai bagaimana proyek itu, tanya saja sama pak Sitinjak, serah terima untuk itupun sama saya tidak ada,” ucap Lubis.

Baca Juga:  Gapoktan Sumut : Refleksikan Kembali Lahirnya UUPA Tahun 1960

Diketahui sebelumnya pejabat lama yang membidangi Proyek tersebut adalah Ferdinand Sitinjak.

Ferdinand Sitinjak ketika dikonfirmasi melalui via WhatsApp mengenai sanksi dan batas sanksi akibat ketidak beresan proyek tersebut hanya membalas ” sampai bulan sia on lae (sampai bulan sembilan ini Lae)”. jawabnya.

(Fesny Anwar Manalu)

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Asisten I: Peraturan Kesejahteraan Ibu dan Anak Perlu Dikuatkan dengan Undang-Undang Khusus

18 Mei 2024 - 06:31 WIB

Plt. Bupati Apresiasi Pelantikan 45 Anggota PPK di Labuhanbatu untuk Pilkada 2024

18 Mei 2024 - 06:16 WIB

Jalani Desk Evaluasi Lapas Medan Optimis Raih Predikat WBK

16 Mei 2024 - 22:39 WIB

Plt. Bupati Ajak Masyarakat Untuk Mensukseskan Program Bangga Kencana

16 Mei 2024 - 20:57 WIB

Kaban BPBD Labuhanbatu MOU dengan Pengembang Perumahan Karya Mandiri Residence

16 Mei 2024 - 20:36 WIB

Polsek Firdaus Sergai Amankan Dua Anggota Geng Motor Meresahkan

16 Mei 2024 - 17:01 WIB

Trending di Berita Terkini