Menu

Mode Gelap
Lapas Kelas 1 Medan Laksanakan Tes Urine Bagi WBP Yang Ikut Rehabilitasi Respon Cepat Polisi Tangkap Pelaku Begal di Desa Manunggal Jajaran Lapas Narkotika Kelas IIA Pematangsiantar Peringati HKN Ada Kejanggalan Penetapan Tersangka di Polda Sumut Loloskan PPK Titipan Integritas KPU Simalungun Menjadi Sorotan Dan Dinilai Nodai Demokrasi

Tak Berkategori · 16 Nov 2021 13:37 WIB · waktu baca : ·

Desak Tunjukkan Sertifikat HGU, Penggarap Halangi Kerja Petugas BPN Sumut


 Desak Tunjukkan Sertifikat HGU, Penggarap Halangi Kerja Petugas BPN Sumut Perbesar

Pematang Siantar, NET24JAM.ID –  Tindakkan Anarkis hampir terjadi di Afdeling IV Kelurahan Bahsorma dan Gurilla dimana mobil petugas polsek Siantar Martoba yang mengawal Petugas Badan Pertanahan Nasional (BPN) yang mengukur HGU aktif milik PTPN III dihadang dan tak diizinkan untuk meninggalkan pondok Afdeling Senin (15/11/2021).

Kejadian saat para Petugas BPN yang ditugaskan mengukur batas HGU milik PTPN III memasang patok patok batas yang didampingi petugas pengaman unit Kebun Bangun para BKO dan para petugas dari Polsek Siantar Martoba di areal HGU.

Baca Juga:  Polsek Medan Labuhan Himbau Pemilik Judi Ketangkasan Tembak Ikan di Tutup

Namun setibanya di seputaran pohon beringin salah satu penggarap mulai memukul lonceng sebagai tanda kepada para penggarap yang lain untuk berkumpul.

“Mulai dari situlah bang, kami balek kanan dari pada ribut dengan penggarap,” ujar salah satu petugas yang tak ingin diidentitas disebutkan.

Lebih lanjut ia juga menyampaikan bahwa para petugas tersebutpun dikejar hingga sampai Pondok Afdeling IV.

Baca Juga:  Abang Jago Pukuli Warga Sipil Hingga Tekapar

“Sesampai dipondok kami pun masih dikejar bang, bahkan para petugas  BPN dan Petugas dari Polsek dihadang tak boleh meninggalkan areal tersebut sebelum menunjukkan sertifikat HGU kepada mereka,” ujarnya lagi.

Terlihat salahsatu penggarap meneriakkan kata kata “jangan kasih keluar mobil itu, tunjukkan dulu HGU kalian, jangan lancang kalian mematok lahan garapan kami tanpa permisi,” ujarnya.

Namun situasi dapat terkendali setelah datang personil Polres dan bermusyawarah  dengan para penggarap yang akhirnya mengizinkan para petugas meninggalkan areal tersebut.

Baca Juga:  Memantik Guru Bercerita, Kawan SLI Gelar Festival Lebak Mendongeng

Terpisah konsultan hukum PTPN III Ramces Pandiangan, SH., MH kepada awak media Selasa (15/11/2021) menjelaskan bahwa tindakan para penggarap bisa melanggar hukum, menghalangi petugas dalam bekerja.

“Kalau ditegaskan, bisa saja mereka yang menghalang halangi petugas dalam bekerja dapat dikenakan Pidana, apalagi sampai terjadi Anarkis,” pungkas Ramces

(Bambang)

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pembelian BBM Jenis Pertalite Pakai Jerigen Di Duga Menjadi Ajang Pungli Di SPBU 14.211.212

21 Mei 2024 - 10:19 WIB

Terpilih Secara Aklamasi Boster Sitio Pimpin Koni Labuhanbatu Hingga 2028

28 April 2024 - 08:52 WIB

Forkopimda Labuhanbatu dan Labura Buka Puasa Bersama Kapolres Labuhanbatu

24 Maret 2024 - 09:13 WIB

Bandar Huluan Gelar Rapat Materi Sosialisasi Penggunaan ADN Dan Dana Desa Tahun 2024

20 Maret 2024 - 05:52 WIB

PTPN IV Ragional II Kebun Dolok Ilir Dan Pengusaha CV Sinar Tenera Sepakat Melakukan Perawatan Jalan Protokol

6 Maret 2024 - 11:43 WIB

Paskas Ajak Masyarakat Kota Tebing Tinggi Untuk Bersedekah

27 November 2023 - 20:03 WIB

Trending di Berita Terkini