Menu

Mode Gelap
Bersama Ratusan Masyarakat Plt Bupati Ikuti Senam Sehat di Car Free Day Caleg Partai PAN Dominasi Lima Kecamatan Di Deli Serdang PSI Tapanuli Utara Geruduk Kantor KPU dan Bawaslu, Ada Apa? 102 Peserta Ikuti Seleksi MTQ Tingkat Kecamatan Bandar Huluan Tahun Baru Imlek 2575 Plt Bupati Labuhanbatu Patroli Dan Kunjungan Ke Vihara Dan Klenteng

Tak Berkategori · 16 Nov 2021 13:37 WIB · waktu baca : ·

Desak Tunjukkan Sertifikat HGU, Penggarap Halangi Kerja Petugas BPN Sumut


 Desak Tunjukkan Sertifikat HGU, Penggarap Halangi Kerja Petugas BPN Sumut Perbesar

Pematang Siantar, NET24JAM.ID –  Tindakkan Anarkis hampir terjadi di Afdeling IV Kelurahan Bahsorma dan Gurilla dimana mobil petugas polsek Siantar Martoba yang mengawal Petugas Badan Pertanahan Nasional (BPN) yang mengukur HGU aktif milik PTPN III dihadang dan tak diizinkan untuk meninggalkan pondok Afdeling Senin (15/11/2021).

Kejadian saat para Petugas BPN yang ditugaskan mengukur batas HGU milik PTPN III memasang patok patok batas yang didampingi petugas pengaman unit Kebun Bangun para BKO dan para petugas dari Polsek Siantar Martoba di areal HGU.

Baca Juga:  Dimusim Penghujan Polres Tanjung Balai Tetap Semangat Gelar Vaksinasi

Namun setibanya di seputaran pohon beringin salah satu penggarap mulai memukul lonceng sebagai tanda kepada para penggarap yang lain untuk berkumpul.

“Mulai dari situlah bang, kami balek kanan dari pada ribut dengan penggarap,” ujar salah satu petugas yang tak ingin diidentitas disebutkan.

Lebih lanjut ia juga menyampaikan bahwa para petugas tersebutpun dikejar hingga sampai Pondok Afdeling IV.

Baca Juga:  Halal Bi Halal Pendawa PAC Medan Perjuangan sekaligus membuka pengajian rutin

“Sesampai dipondok kami pun masih dikejar bang, bahkan para petugas  BPN dan Petugas dari Polsek dihadang tak boleh meninggalkan areal tersebut sebelum menunjukkan sertifikat HGU kepada mereka,” ujarnya lagi.

Terlihat salahsatu penggarap meneriakkan kata kata “jangan kasih keluar mobil itu, tunjukkan dulu HGU kalian, jangan lancang kalian mematok lahan garapan kami tanpa permisi,” ujarnya.

Namun situasi dapat terkendali setelah datang personil Polres dan bermusyawarah  dengan para penggarap yang akhirnya mengizinkan para petugas meninggalkan areal tersebut.

Baca Juga:  Kalapas Kelas I Tanjung Gusta Medan, Forwakum Sumut Wadah Jurnalist Profesional

Terpisah konsultan hukum PTPN III Ramces Pandiangan, SH., MH kepada awak media Selasa (15/11/2021) menjelaskan bahwa tindakan para penggarap bisa melanggar hukum, menghalangi petugas dalam bekerja.

“Kalau ditegaskan, bisa saja mereka yang menghalang halangi petugas dalam bekerja dapat dikenakan Pidana, apalagi sampai terjadi Anarkis,” pungkas Ramces

(Bambang)

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Paskas Ajak Masyarakat Kota Tebing Tinggi Untuk Bersedekah

27 November 2023 - 20:03 WIB

BNN Pinjam Pakai Gedung TC Sosial Untuk Tempat Rehabilitasi Penyalahgunaan Narkoba

5 Oktober 2023 - 11:25 WIB

Cabuli Anak Dibawah Umur Warga Naga Kesiangan Di Jemput Polisi Tebing Tinggi

5 Oktober 2023 - 10:24 WIB

Bahas Sukseskan Pemilu Forkopimda Gelar Rakor Bersama Forkopimcam Bandar Huluan

18 September 2023 - 21:01 WIB

Bupati Buka Talk Show Peran Perempuan Dalam Mewujudkan Kerukunan di Kabupaten Labuhanbatu

14 September 2023 - 09:17 WIB

Malam Perpisahan Sahabat BNN Berlangsung Khidmat

14 September 2023 - 09:09 WIB

Trending di Berita Daerah