Menu

Mode Gelap
Tampil semangat menuju predikat WBK, Imigrasi Sibolga Ikuti Desk Evaluasi TPN Golkar Kecamatan Medan Polonia Laksanakan Jum’at Berkah Kendalikan Inflasi, Presiden Minta Pemda Tak Ragu Realisasikan Anggaran dr Bobby Simanjuntak Terpilih Jadi Ketua DPD AMPI Tapanuli Utara Beredar Kabar! Anggota DPRD Kota Medan Dipecat Gegara Foto Vulgar

Berita Terkini · 28 Mei 2022 15:18 WIB · · telah dibaca 122 kali

Bukan Kacung Para Bandar Judi, Sumut Rindu Sosok Jenderal Hoegeng


 Bukan Kacung Para Bandar Judi, Sumut Rindu Sosok Jenderal Hoegeng Perbesar

Hoegeng pernah membuang barang-barang mewah dari bandar judi saat bertugas di Kota Medan, Sumatera Utara. (Foto : Dok. Keluarga Hoegeng)

Jenderal Polisi (Purn) Drs. Hoegeng Iman Santoso lahir di Pekalongan pada 14 Oktober 1921. Nama lahirnya adalah Iman Santoso.

Nama Hoegeng diambil dari “bugel” (menjadi “bugeng” dan kemudian “hugeng”; yang berarti gemuk) karena tubuhnya yang gemuk semasa kecil.

Ayahnya bernama Soekarjo Kario Hatmodjo dari Tegal, seorang jaksa di Pekalongan sedangkan ibunya bernama Oemi Kalsoem.

Hoegeng memiliki dua adik perempuan yakni Titi Soedjati dan Soedjatmi. Sosok yang satu ini wafat di Jakarta pada tanggal 14 Juli 2004 dalam usia 82 tahun dan dimakamkan di Taman Pemakaman Bukan Umum (TPBU) Giri Tama, Kemang, Bogor Provinsi Jawa Barat.

Hoegeng adalah tokoh di Indonesia yang pernah menjabat sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia yang kelima.

Hoegeng adalah salah satu orang tersingkat yang mengepalai badan kepolisian nasional Indonesia dari tahun 1968 – 1971. Sosok yang satu ini terkenal sebagai polisi paling berani dan jujur ​​di Indonesia.

Tak hanya itu, karena kejujurannya dalam mengemban tugas sebagai polisi, mantan Presiden Republik Indonesia Abdurrahman Wahid atau yang lebih akrab disapa Gus Dur memuji kejujuran Hoegeng,”hanya ada 3 polisi jujur ​​di negara ini : polisi tidur, patung polisi, dan Hoegeng”.

Sebagai polisi, Hoegeng memiliki watak kepribadian tegas, bersih, jujur, serta profesional selama menjalankan tugasnya. Kota Medan Provinsi Sumatera Utara bukanlah wilayah yang mudah untuk bekerja karena ujiannya yang sangat besar, terutama bagi polisi jujur dan tidak mudah disuap, seperti Hoegeng. Namun, Kota Medan sangat menarik bagi polisi yang mudah melanggar hukum.

Pada 1956, Hoegeng Iman Santoso ditugaskan ke Kota Medan Sumatera Utara. Di Medan pada saat itu kondisinya sangat banyak kasus kejahatan mulai dari penyelundupan, perjudian, dan perampokan. 

Tugas berat sudah menantinya. Pada masa itu penyelundupan dan perjudian merajalela di Kota Medan. Para polisi, tentara, dan jaksa di Medan telah disuap oleh bandar judi. Aparat tak berkutik ketika disogok uang, mobil, perabot mewah, dan wanita.

Bukan tanpa alasan kepolisian mengutus Hoegeng ke Medan. Sejak muda dia dikenal jujur, tegas, dan antikorupsi. Hoegeng juga haram menerima suap atau pemberian apapun. Bagi Hoegeng lebih baik hidup melarat dari pada menerima suap atau korupsi.

Maka pada 1956, Hoegeng diangkat menjadi Kepala Direktorat Reskrim Kantor Polisi Sumatera Utara (Sumut). Hoegeng pindah dari Surabaya ke Medan. Belum ada rumah dinas untuk Hoegeng dan keluarganya, karena rumah dinas di Medan masih dihuni pejabat lama.

Cerita soal keuletan para bandar judi benar-benar terbukti. Dikatakan demikian, ketika itu baru saja Hoegeng mendarat di Pelabuhan Belawan, utusan seorang bandar judi sudah mendekatinya. Utusan itu menyampaikan selamat datang untuk Hoegeng. 

Selain itu, utusan bandar judi tersebut juga mengatakan sudah ada mobil dan rumah untuk Hoegeng sebagai hadiah dari para pengusaha. Hoegeng menolak dengan halus. Dia memilih tinggal di Hotel De Boer menunggu sampai rumah dinasnya tersedia. 

Bekisar 2 bulan kemudian, saat rumah dinas di Jalan Rivai siap dihuni, bukan main terkejutnya Hoegeng. Rumah dinasnya sudah penuh barang-barang mewah. Mulai dari kulkas, piano, tape hingga sofa mahal. Hal yang sangat luar biasa. Pada 1956, kulkas dan piano belum tentu ada di rumah pejabat sekelas menteri sekali pun.

Ternyata, barang-barang itu merupakan pemberian dari para bandar judi. Utusan yang menemui Hoegeng di Pelabuhan Belawan datang lagi. Namun Hoegeng malah meminta agar barang-barang mewah itu dikeluarkan dari rumahnya. Hingga waktu yang ditentukan, utusan itu tidak juga memindahkan barang-barang mewah tersebut.

Hoegeng memerintahkan polisi pembantunya dan para kuli angkut mengeluarkan barang-barang itu dari rumahnya diletakkan begitu saja di depan rumah. 

Bagi Hoegeng itu lebih bijak daripada menistakan sumpah jabatan dan sumpah sebagai Anggota Polri. Hoegeng geram mendapati para polisi, Jaksa dan Tentara disuap dan hanya menjadi kacung para bandar judi. “Sebuah kenyataan yang amat memalukan,” katanya geram.

Hoegeng memiliki prinsip dalam hidupnya, tidak akan takut atau gentar menghadapi orang–orang yang berkuasa. Ia hanya takut kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Seiring berjalannya waktu hingga kini, kemajuan Provinsi Sumatera Utara berkembang pesat, begitu juga dengan praktek perjudian di Sumatera Utara. 

Sehingga masyarakat Sumatera Utara sering bertanya, apakah seluruh praktek perjudian di Sumatera Utara bisa diberantas? Apakah Kepolisian di Sumatera Utara mampu menangkap bandar besar para pemilik usaha perjudian? 

Ternyata, Jenderal Polisi (Purn) Drs. Hoegeng Iman Santoso saat bertugas di Sumatera Utara bertindak tegas, berani dan profesional serta mampu tidak menjadi kacung para bandar judi. 

Kapankah seperti sosok Jenderal Hoegeng hadir kembali di Sumatera Utara? Sungguh, masyarakat Sumatera Utara merindukan layaknya sosok Jenderal Hoegeng kembali di Sumut. 

Terima kasih sudah membaca artikel ini hingga selesai, semoga bermanfaat bagi kita semua.

Oleh : Ridwan F.

Sumber :

  • Wikipedia
  • Sindonews

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Tampil semangat menuju predikat WBK, Imigrasi Sibolga Ikuti Desk Evaluasi TPN

30 September 2022 - 21:23 WIB

Golkar Kecamatan Medan Polonia Laksanakan Jum’at Berkah

30 September 2022 - 15:42 WIB

Kendalikan Inflasi, Presiden Minta Pemda Tak Ragu Realisasikan Anggaran

29 September 2022 - 23:06 WIB

dr Bobby Simanjuntak Terpilih Jadi Ketua DPD AMPI Tapanuli Utara

29 September 2022 - 22:46 WIB

Beredar Kabar! Anggota DPRD Kota Medan Dipecat Gegara Foto Vulgar

29 September 2022 - 16:31 WIB

Cek Harga TBS Sawit di Sumut Periode 28 September Hingga 4 Oktober 2022

29 September 2022 - 15:01 WIB

Trending di Berita Terkini