Menu

Mode Gelap
Pria di Sergai Nekat Bakar Rumah Mertua Setelah Ditolak Rujuk Sempat Viral, Polisi Tangkap Ayah Biadab Pelaku Bekap Bayi di Medan Danyon Arhanud 1 Marinir Pimpin Apel Siaga PAM Idul Fitri 1445 H Ratusan Kios di Pasar Tradisional Tarutung Ludes Terbakar Polisi Olah TKP Pasca Kebakaran Pasar Tradisional Tarutung

Tak Berkategori · 15 Mei 2021 04:47 WIB · waktu baca : ·

Austria Kibarkan Bendera Israel Picu Kecaman dari Turki


 Austria Kibarkan Bendera Israel Picu Kecaman dari Turki Perbesar

Bendera Israel berkibar di atas gedung Kanselir Federal Austria sebagai bentuk solidaritas memicu kecaman dari Turki. 

Ankara, NET24JAM.ID – Juru bicara kepresidenan Turki mengkritik Kanselir Austria Sebastian Kurz karena mengibarkan bendera Israel di atap gedung kanselir di Wina. Itu dilakukan di tengah gencarnya serangan negara Yahudi itu terhadap Palestina .

“Inilah yang mendorong Israel untuk melanjutkan serangannya terhadap rakyat Palestina,” kata Ibrahim Kalin dalam sebuah tweet.

“Saya berharap orang Austria dan Eropa yang memiliki akal sehat dan moralitas itu akan menolak politik yang memalukan ini,” ia menambahkan seperti dikutip dari Anadolu, Sabtu (15/5/2021).

Baca Juga:  Warga Simalungun Dukung Metode Pembelajaran Tatap Muka Terbatas

Omer Celik, juru bicara Partai Keadilan dan Pembangunan (AK) yang berkuasa, juga mengecam Kurz.

“Orang ini (Kurz) adalah simbol Islamofobia, permusuhan terhadap Turki dan (Presiden Recep Tayyip) Erdogan di Eropa,” semburnya.

“Hanya mimpi mengharapkan dia berpihak pada mereka yang tertindas. Keberpihakannya pada penindas adalah kompas politiknya,” tambahnya.

Baca Juga:  Vaksinasi Massal AKABRI' 2021 Tanjung Balai Hari ke-5 Capai 58,56 %

Sebelumnya, Kanselir Austria Sebastian Kurz, mengungkapkan bahwa pengibaran bendera Israel itu sebagai bentuk solidaritas.

“Hari ini bendera Israel dikibarkan di atap Kanselir Federal sebagai tanda solidaritas dengan #Israel…Bersama-sama kita berdiri di sisi Israel,” tweet Kurz pada sebuah foto.

Ketegangan meningkat sejak pengadilan Israel memerintahkan penggusuran keluarga Palestina dari lingkungan Sheikh Jarrah di Yerusalem Timur.

Warga Palestina yang melakukan aksi protes solidaritas dengan penduduk di lingkungan itu kemudian menjadi sasaran pasukan Israel. Pasukan pendudukan juga menggerebek Masjid al-Aqsa saat salat tarawih.

Baca Juga:  Mako Polres Dairi Kebanjiran Papan Bunga, Warga Apresiasi Kinerja Polri

Eskalasi ketegangan berikutnya mengakibatkan serangan udara oleh Israel di Gaza yang telah menewaskan sedikitnya 122 warga Palestina, menurut otoritas kesehatan Palestina.

Israel menduduki Yerusalem Timur selama perang Arab-Israel tahun 1967 dan mencaplok seluruh kota pada tahun 1980 dalam suatu tindakan yang tidak pernah diakui oleh komunitas internasional.

(Red/Sindonews)

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Forkopimda Labuhanbatu dan Labura Buka Puasa Bersama Kapolres Labuhanbatu

24 Maret 2024 - 09:13 WIB

Bandar Huluan Gelar Rapat Materi Sosialisasi Penggunaan ADN Dan Dana Desa Tahun 2024

20 Maret 2024 - 05:52 WIB

PTPN IV Ragional II Kebun Dolok Ilir Dan Pengusaha CV Sinar Tenera Sepakat Melakukan Perawatan Jalan Protokol

6 Maret 2024 - 11:43 WIB

Paskas Ajak Masyarakat Kota Tebing Tinggi Untuk Bersedekah

27 November 2023 - 20:03 WIB

BNN Pinjam Pakai Gedung TC Sosial Untuk Tempat Rehabilitasi Penyalahgunaan Narkoba

5 Oktober 2023 - 11:25 WIB

Cabuli Anak Dibawah Umur Warga Naga Kesiangan Di Jemput Polisi Tebing Tinggi

5 Oktober 2023 - 10:24 WIB

Trending di Berita Terkini