Menu

Mode Gelap
Saat Memasak Teh Disawah Pria Ini Tewas Tertimpa Longsor Polres Labuhanbatu Tangkap Pencuri Pupuk Dari Gudang PT. Smart Tim Gabungan SFQR Lanal Balikpapan Gagalkan Penyelundupan Kosmetik Ilegal Polisi Bekuk Pengedar Narkoba di Desa Helvetia, Sita 5 Paket Sabu Mabes Polri Dan Poldasu Temukan RumahTempat Pembuat Ekstasi

Berita Terkini · 26 Jun 2022 16:51 WIB · waktu baca : ·

Atok Haji 80 Tahun Cabuli Anak Dibawah Umur Namun Berakhir Damai, Warga Berharap Polisi Bertindak


 Atok Haji 80 Tahun Cabuli Anak Dibawah Umur Namun Berakhir Damai, Warga Berharap Polisi Bertindak Perbesar

Foto : Gambar Ilustrasi

Deli Serdang, NET24JAM – Diduga Atok Haji berinisial BNI (80) melakukan perbuatan bejad terhadap anak sebut saja Cinta (nama samaran) yang masih berusia 11tahun duduk dibangku SD kelas V yang memiliki keterbelakangan dan diketahui sang atok haji merupakan warga Dusun I Desa Binjai Bakung Kecamatan Pantai Labu Kabupaten Deli Serdang dan sang atok merupakan tetangga korban.

Kasus tersebut terbongkar setelah Cinta menceritakan peristiwa yang dialaminya kepada temannya dan teman Cinta memberitahukan kepada nenek korban.

Dari investigasi awak media (dilansir dari tribunnews) dalam penelusur ke rumah korban pada Kamis (23/6/2022) malam, nenek korban menceritakan kronologis kejadian setelah sebelumnya menanyakan kebenaran kejadian tersebut kepada cucunya Cinta.

Dari keterangan nenek korban dirinya megetahui peristiwa yang dialami cucunya dari teman korban yang mengatakan bahwa cucu nenek tersebut telah dicabuli sang atok, sepontan nenek korban kaget dan menanyakan prihal kebenaran kepada cucunya.

Baca Juga:  Kapolda Sumut : Tolak TPPU Demi Pemilu yang Damai dan Bersih

Dari pengakuan korban saat ditanya sang nenek, korban mengakui benar bahwa dirinya telah dicabuli oleh atok haji BNI dan dengan lugunya korban menceritakan kejadian yang dialaminya kepada nenek korban.

Setelah mengtahui kejadian tersebut sang nenek memberitahukan kepada orang tua korban dan keluarga pun sepakat untuk mengetahui kebenarannya dilakukan visum secara umum namun ditolak dikarenakan harus ada surat keterangan dari pihak Kepolisian.

Pada akhirnya keluarga korban meminta bantuan kepada salah seorang bidan desa untuk dilakukan pemeriksaan dan dari hasil pemeriksaan bidan tersebut menyatakan bahwa kemaluan korban sudah rusak akibat benda tumpul.

Namun sangat disayangkan, saat ditanyakan prihal tersebut apakah sudah dibuat laporan ke kepolisian kelanjutan kasus tersebut, pihak keluarga sudah melakukan mediasi kepada pelaku dan mencapai perdamaian dan sudah dianggap selesai dengan diberikan konpensasi berupa sejumlah uang ke keluarga korban yang sebelumnya dimediasi oleh Kepala Desa.

Baca Juga:  Kadis P3A Labuhanbatu Bersama Jurnalis Sosialisasi Perangi Narkoba dan KDTA

Kakek korban yang bernama Ponidi mengatakan kepada awak media bahwa peristiwa yang dialami cucunya sudah selesai tidak ada masalah lagi dikarenakan sudah berdamai antara pihak keluarga korban dan pelaku pencabulan.

“Kami pihak keluarga sudah mengadakan penyelesaian dan kesepakatan secara kekeluargaan dengan BNI atau atok haji yang dimediasi oleh kepala desa,” kata Ponidi.

Kepala Desa Binjai Bakung yang bernama Topan saat dikonfirmasi awak media membenarkan kejadian tersebut dan Topan mengatakan sudah dilakukan mediasi antara pihak keluarga korban dan pelaku secara kekeluargaan baik orang tua korban dengan pelaku sepakat “Berdamai” dan tidak melanjutkan kejadian tersebut ke ranah hukum dengan memberikan konpensasi berupa nominal angka yang disepakati oleh kedua belah pihak.

“Memang benar bang, tapi mereka sudah berdamai dengan pernyataan tidak saling menuntut,” jelaskan Kades pada Jum’at (24/6/2022) pukul 15.00 Wib.

Baca Juga:  Laksamana Yudo Margono : Netralitas TNI Adalah Sebuah Komitmen

Atas kejadian tersebut beberapa warga sekitar mengatakan bahwa kejadian tersebut seharusnya diproses secara hukum kata warga kepada awak media.

“Perkara ini bukan sepele karena perbuatan pelaku sudah merenggut kebahagiaan anak dan masa depan anak serta kejiwaan anak akibat perdamaian yang dilakukan kepala desa, kami menganggap para pendamai sudah menjual anak,” kata beberapa warga yang namanya tidak mau dipublikasikan.

Menambahkan warga, kami berharap kepada penegak hukum terkait kasus asusila yang dilakukan oleh orang yang dituakan dilingkungan ini yang sudah disebut Haji agar ditindak lanjuti sesuai hukum yang berlaku di Indonesia agar menjadi efek jerah dan agar tidak terulang lagi kepada anak anak kami lainnya, harap warga.

Published : Misdi
Sumber     : tribunnews

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Saat Memasak Teh Disawah Pria Ini Tewas Tertimpa Longsor

15 Juni 2024 - 16:30 WIB

Polres Labuhanbatu Tangkap Pencuri Pupuk Dari Gudang PT. Smart

15 Juni 2024 - 16:19 WIB

Polsek Perbaungan Tangkap Pencuri Kios Pupuk di Sergai

14 Juni 2024 - 20:59 WIB

Polres Sergai Tangkap Pelaku Penggelapan Sepeda Motor di Teluk Mengkudu

14 Juni 2024 - 17:37 WIB

Tim Gabungan SFQR Lanal Balikpapan Gagalkan Penyelundupan Kosmetik Ilegal

14 Juni 2024 - 15:33 WIB

Polisi Bekuk Pengedar Narkoba di Desa Helvetia, Sita 5 Paket Sabu

14 Juni 2024 - 15:06 WIB

Trending di Berita Terkini