Menu

Mode Gelap
Asisten I: Peraturan Kesejahteraan Ibu dan Anak Perlu Dikuatkan dengan Undang-Undang Khusus Plt. Bupati Apresiasi Pelantikan 45 Anggota PPK di Labuhanbatu untuk Pilkada 2024 Polsek Firdaus Sergai Amankan Dua Anggota Geng Motor Meresahkan Warga Hatonduhan Ragukan Integritas KPUD Simalungun, Diduga Langgar Kode Etik Penyelenggaraan Pemilu Picu Kemacetan Depo Milik JIU Resahkan Warga Sekitar Dan Pengguna Jalan

News · 14 Mei 2024 09:05 WIB · waktu baca : ·

Analisa Situasi Salahsatu Langkah Pendukung Penurunan Stunting di Labuhanbatu


 Analisa Situasi Salahsatu Langkah Pendukung Penurunan Stunting di Labuhanbatu Perbesar

NET24 JAM.ID || Labuhanbatu.- Masih tingginya target angka penurunan stanting yang harus dipenuhi oleh Kabupaten Labuhanbatu, maka pemerintah Kabupaten Labuhanbatu berusaha untuk memenuhi cakupan presentasi penurunan angka stunting di tahun 2024 sesuai keputusan presiden RI nomor 72 tahun 2021 tentang percepatan penurunan stunting.

Salah satu langkah yang dinilai efektif untuk memenuhi tuntutan tersebut TPPS (Tim Percepatan Penurunan Stunting) Kabupaten Labuhanbatu di bawah pimpinan Plt. Bupati Labuhanbatu Hj. Ellya Rosa Siregar S.Pd, MM melakukan aksi 1 dan 2 yaitu berupa analisa situasi dan rencana kegiatan organisasi perangkat daerah dan mitra dalam percepatan penurunan stunting.

Dalam aksi konvergensi 1 dan 2 yang digelar di Hotel Dharma Melati Rantau Prapat, Jalan Ahmad Yani Kecamatan Rantau Utara Senin 13 Mei 2024, Hj. Ellya Rosa Siregar, S.Pd,MM, menyampaikan, Kabupaten Labuhanbatu adalah salah satu Kabupaten yang menjadi prioritas penanganan stunting di Sumatera Utara, Kabupaten Labuhanbatu sesuai dengan hasil survei status gizi Indonesia tahun 2021 memiliki prevalensi stunting 27,0% dan pada tahun 2023 hasil survei kesehatan Indonesia Kabupaten Labuhanbatu berada pada pravalensi stunting 20,2%.

Baca Juga:  Wabup Labuhanbatu Resmi Launching Rumah Kolaborasi Pendampingan Bumdes

Dari hasil tersebut Kabupaten Labuhanbatu mampu menurunkan 3,7%, sedangkan target nasional yang telah ditetapkan untuk Kabupaten Labuhanbatu pada tahun 2024 ini adalah sebesar 15,61%.

“Saya berharap seluruh opd yang terlibat agar dapat melakukan kegiatan-kegiatan yang lebih menyentuh kepada masyarakat yang pravalensi stunting di Kabupaten labuhanbatu turun sesuai dengan harapan kita”.ujar Plt. Bupati Labuhanbatu.

Lebih lanjut di katakan Plt. Bupati, Penurunan stunting memerlukan kerjasama dengan semua OPD, bukan satu atau dua OPD saja yang menangani, Dengan ini kita harap dapat melibatkan pihak ketiga agar dapat mempercepat penurunan angka stunting di Kabupaten Labuhanbatu.

Sebelum mengakhiri bimbingan dan arahanya, Hj Ellya Rosa berpesan kepada seluruh instansi yang terlibat di dalamnya agar dapat melakukan langkah-langkah konkrit untuk konvergensi program tahun 2024 sebagai tahun terakhir.” Manfaatkan dana yang dianggarkan dalam penanggulangan stunting ini untuk mendukung pelaksanaan upaya konvergensi program atau aksi konvergensi melalui koordinasi antara Bappeda, Dinas Kesehatan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa serta dinas terkait lainnya, dan memberikan arahan bagi kelurahan atau desa dalam mengoptimalkan pemanfaatan dana desa dalam pengoptimalan penurunan prevalensi stunting di Kabupaten Labuhanbatu sesuai dengan peraturan-peraturan yang ada.pungkasnya.

Baca Juga:  Peduli Pendidikan Wakil Bupati Hadiri Wisuda Purna Siswa SMK Siti Banun Rantauprapat


Sementara kepala Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Labuhanbatu Friska E. Simanjuntak, SKM, MKM, mengatakan Indonesia masih menghadapi permasalahan gizi yang berdampak serius terhadap kualitas sumber daya manusia. Salah satu masalah kekurangan gizi yang masih cukup tinggi di Indonesia terutama masalah pendek (stunting) atau kurus (wasting) pada balita serta masalah anemia dan kurang energi kronik pada ibu hamil.

Baca Juga:  Wabup Buka Rapat Percepatan Penurunan Stunting TPPS Labuhanbatu

Masalah kekurangan gizi pada ibu hamil ini dapat menyebabkan berat badan dan bayi lahir rendah dan kekurangan gizi pada balita termasuk stanting.

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis terutama pada 1000 hari pertama kehidupan, stunting mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan otak. Anak stunting juga memiliki resiko lebih tinggi menderita penyakit kronis di masa dewasa akibat kekurangan gizi pada 1000 HPK bersifat permanen dan sulit untuk diperbaiki.ujar Friska.

Dalam kesempatan itu turut hadir Kaban Bappeda Kabupaten Labuhanbatu Hobbol Z. Rangkuti, yang mana dalam kesempatan tersebut dirinya menyampaikan pemaparan terkait langkah yang harus dilakukan untuk memenuhi cakupan presentasi penurunan stunting di Kabupaten Labuhanbatu.

Dalam aksi kali ini di ikuti oleh Dinas Kesehatan, PMD, BP2KB, Bappeda, Para Camat dan Kepala Puskesmas.

(Julipe)

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Asisten I: Peraturan Kesejahteraan Ibu dan Anak Perlu Dikuatkan dengan Undang-Undang Khusus

18 Mei 2024 - 06:31 WIB

Plt. Bupati Apresiasi Pelantikan 45 Anggota PPK di Labuhanbatu untuk Pilkada 2024

18 Mei 2024 - 06:16 WIB

Jalani Desk Evaluasi Lapas Medan Optimis Raih Predikat WBK

16 Mei 2024 - 22:39 WIB

Plt. Bupati Ajak Masyarakat Untuk Mensukseskan Program Bangga Kencana

16 Mei 2024 - 20:57 WIB

Kaban BPBD Labuhanbatu MOU dengan Pengembang Perumahan Karya Mandiri Residence

16 Mei 2024 - 20:36 WIB

Polsek Firdaus Sergai Amankan Dua Anggota Geng Motor Meresahkan

16 Mei 2024 - 17:01 WIB

Trending di Berita Terkini