Menu

Mode Gelap
Asisten I: Peraturan Kesejahteraan Ibu dan Anak Perlu Dikuatkan dengan Undang-Undang Khusus Plt. Bupati Apresiasi Pelantikan 45 Anggota PPK di Labuhanbatu untuk Pilkada 2024 Polsek Firdaus Sergai Amankan Dua Anggota Geng Motor Meresahkan Warga Hatonduhan Ragukan Integritas KPUD Simalungun, Diduga Langgar Kode Etik Penyelenggaraan Pemilu Picu Kemacetan Depo Milik JIU Resahkan Warga Sekitar Dan Pengguna Jalan

Kabar TNI-POLRI · 22 Jun 2022 07:29 WIB · waktu baca : ·

Ada Apa Ya? Penangkapan 34 Kontainer Migor Oleh Lantamal I Belawan Diduga Senyap


 Ada Apa Ya? Penangkapan 34 Kontainer Migor Oleh Lantamal I Belawan Diduga Senyap Perbesar

Belawan, NET24JAM.ID –  Kasus 34 kontiner minyak goreng yang pada awal penangkapannya memanas, sekarang senyap Rabu (22/6/2022) Pasalnya, pejabat atau sumber terkait kasus penangkapan minyak goreng yang begitu heboh kini  sudah tidak bisa dikonfirmasi untuk mengetahui perkembangannya.

Bahkan sebanyak 34 kontiner minyak goreng yang sempat ditahan dan ditumpuk di dermaga fase 2, Terminal Peti Kemas Belawan sudah tidak ada lagi. Informasi dari sumber yang dapat dipercaya menyebutkan, semua kontainer tersebut sudah dibawa ke luar negeri.

Dihubungi melalui telepon Kasi Penyuluhan dan Layanan Informasi (PLI) Penangkapan 34 Kontainer Migor Donny Muliawan mengatakan, pihaknya tidak berwenang menjawab dan menyarankan untuk menghubungi BC Wilayah Sumut. Humas BC Wilayah Sumut Fatima R Hutabarat juga menyarankan untuk menanyakan kasus minyak goreng tersebut ke TNI AL.

Sedangkan Kadispen Lantamal I Belawan Mayor Rully saat di hubungi media melalui telefon tidak bersedia menjawab. Bahkan saat di tanya melalui pesan whatsapp, dibaca tapi tidak juga di jawab.

Sementara itu dilangsir dari salah satu media online mengatakan, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sumatera Utara (Sumut) Dr. Haposan Siallagan telah mempertanyakan penyelesaian kasus Kapal MV Mathu Bhum yang ditangkap TNI AL di Belawan, kasus ini dinilai belum selesai meski sudah berjalan sejak 4 Mei 2022.

Baca Juga:  Polres Toba Rangkul Lintas Tokoh Jaga Situasi Kamtibmas Jelang Pemilu

“Ada apa dengan Lantamal I Belawan atas kasus penangkapan Kapal Mathun Bhum. Kami dari Apindo Sumut meminta penjelasan perkaranya,” katanya dalam keterangan tertulis, Kamis (16/6/2022).

Haposan menjelaskan ke pada media,bahwa pelaku usaha yang tergabung di Apindo Sumut mengalami kerugian atas penahanan Kapal Mathun Bhum di wilayah hukum Lantamal I Belawan.

“Kerugian diprediksi dialami pelaku usaha di Sumut mencapai ratusan miliar,” tambahnya.

Rektor Universitas HKBP Nommensen ini mengklaim Kapal MV Mathun Bhum telah melengkapi seluruh dokumen berlayar. Baik dari pihak Syahbandar Belawan hingga pemeriksaan dari Bea Cukai. Hasilnya lengkap dan valid. Namun anehnya, ketika kapal tersebut mau berlayar, saat sedang dipandu oleh pihak Syahbandar menuju lautan lepas, dihentikan oleh pihak Lantamal I Belawan untuk dilakukan pengecekan.

Baca Juga:  Lurah Bakaran Batu Terima Penghargaan di HUT Pemkab Labuhanbatu

Sebelumnya diberitakan, kapal MV Mathu Bhum ditangkap TNI-AL di perairan Belawan, Medan, Sumut pada 4 Mei 2022 yang lalu. Kapal itu diamankan lantaran mengangkut RBD Palm Olein atau bahan baku minyak goreng di tengah larangan ekspor bahan baku minyak goreng yang diterapkan pemerintah.

 

Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) RI,  Laksamana Madya TNI Agung Prasetiawan didampingi Pangkoarmada I, II, III, Danlantamal I dan Kadispenal di Belawan, Jumat (6/5/2022) mengatakan, tindakan yang dilakukan pihaknya untuk menindak lanjuti instruksi Presiden RI Joko Widodo yang melarang ekspor minyak goreng, minyak sawit mentah dan turunannya sebagaimana disebut dalam Permendag No 22 tahun 2022 tanggal 27 April 2022 tentang Larangan Sementara Ekspor Minyak Sawit Mentah dan Turunannya.

Dijelaskan, kegiatan penghentian dan penyelidikan kapal MV Mathu Bum yang membawa 34 peti kemas bermuatan minyak goreng dengan tujuan Port Klang, Malaysia berlangsung pada Rabu (4/5) di Perairan Belawan karena diduga melanggar instruksi Presiden RI dan Permendag No 22 tahun 2022.

Dalam kesempatan konfrensi pers tersebut pihak TNI AL juga membuka salah satu kontainer bermuatan ratusan karton diduga berisikan minyak goreng kemasan yang akan dikirim ke luar negeri. Terkait penangkapan puluhan kontiner minyak goreng di Belawan, Kasi Penyuluhan dan Layanan Informasi (PLI) Bea Cukai Belawan Donny Muliawan mengatakan eksportir minyak goreng yang ditangkap adalah perusahaan penerima fasilitas kawasan berikat.

Baca Juga:  Pimpin Apel Pj Bupati Taput Tekan Sinergitas Membangun Roda Pemerintahan

Sedangkan pemilik minyak goreng yang ditangkap tersebut tiga perusahaan yakni PT. Inno Wangsa Oils & Fats, PT. Permata Hijau Palm Oleo dan PT Multimas Nabati Asahan. Rencananya, semua minyak goreng bermerk AL -Aziza, Zara, Adelco dan Sania tersebut akan diekspor ke negara tujuan Tanjania, Anghola, Benin, Afrika Barat, Bahrain dan Yunani.

Semua minyak goreng yang diangkut MV. Mathu Bhum telah memenuhi formalitas kepabeanan, dimana tanggal pendaftaran Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB) adalah pada tanggal 25 April dan 26 April 2022 atau tiga dan dua hari sebelum mulai diberlakukannya larangan ekspor minyak goreng yakni pada tanggal 28 April 2022.

(Fendi)

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Asisten I: Peraturan Kesejahteraan Ibu dan Anak Perlu Dikuatkan dengan Undang-Undang Khusus

18 Mei 2024 - 06:31 WIB

Plt. Bupati Apresiasi Pelantikan 45 Anggota PPK di Labuhanbatu untuk Pilkada 2024

18 Mei 2024 - 06:16 WIB

Jalani Desk Evaluasi Lapas Medan Optimis Raih Predikat WBK

16 Mei 2024 - 22:39 WIB

Plt. Bupati Ajak Masyarakat Untuk Mensukseskan Program Bangga Kencana

16 Mei 2024 - 20:57 WIB

Kaban BPBD Labuhanbatu MOU dengan Pengembang Perumahan Karya Mandiri Residence

16 Mei 2024 - 20:36 WIB

Polsek Firdaus Sergai Amankan Dua Anggota Geng Motor Meresahkan

16 Mei 2024 - 17:01 WIB

Trending di Berita Terkini